10/04/14

Gue, Sepak bola, dan Party - #RoadtoIbizaFinal

Open Your World



Party dan sepak bola, itu dua hal yang gak akan pernah gue tolak. Pertama kali backpacking, gue pergi ke Phuket Thailand. Dan kalian tau apa yang pertama kali gue lakukan sesampainya di penginapan? Gue naro backpack, dan langsung cabut bareng dua orang Jerman yang baru gue kenal di penginapan. Kemana kita? Apalagi kalo bukan party! Iya, kita bertiga mengunjungi sebuah club di tengah kota Phuket. Perjalanan hari pertama gue di Phuket, sukses bikin gue pulang sempoyongan!

Dan sepak bola. Sebagai seorang yang tumbuh dan tinggal di kota dengan atmosfer sepak bola yang tinggi (Bandung) gue menjadi sosok yang mau gak mau suka banget sama sepak bola. Gue punya kemampuan menendang yang baik, mulai dari jaman SD ampe sekarang gue suka banget main bola. Itu kenapa, setiap kali main bola, gue selalu merobek jala gawang. Gawang gue sendiri. Gue robek-robek jaringnya pake gunting..

Selagi traveling pun, gue selalu menyempatkan diri berkunjung ke stadion-stadion yang ada di destinasi yang gue kunjungi, pas ke Kalimantan Timur, gue main ke stadionnya Bontang FC yang katanya paling bagus di Kalimantan. Pas ke Bangkok, Thailand, gue sempet-sempetin ninggalin pacar gue di hotel cuma buat nobar ke salah satu bar di Khaosan Rd. nonton pertandingan tim kesayangan gue main.

Pun pas gue ke Malaysia, gue nonton timnas Indonesia yang waktu itu tanding lawan timnas Malaysia di Stadion Bukit Jalil. Skor telak 0 - 2 membawa Indonesia menang melawan Malaysia. Dan itu juga yang membawa gue harus lari-larian dari stadion ke kereta buat nyelametin diri gegara dikejar sama suporter Malaysia yang ngamuk gegara kalah. Pengalaman yang seru sekaligus bikin gue hampir bonyok di negeri orang :))

Si ganteng lagi di Stadion Bukit Jalil. Gue, bukan temen gue!

Di luar semua itu, tetiba, gue liat @HeinekenID bikin acara #RoadtoIbizaFinal yang ngasih hadiah ke Ibiza, Spanyol. Buat apa? Buat party dan tentu saja nonton Final UEFA Champions League di sana! Man! IT’S AMAZING! Adrenalin gue juga semakin memuncak ketika gue liat videonya..



*senyum-senyum ngebayangin gue ada di sana*

Kapan lagi lo bisa dapetin satu paket keseruan surga dunia!? Pergi ke Ibiza, Spanyol buat seneng-seneng menikmati liburan berkelas bareng DJ-DJ keren dan pemain-pemain bola
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

How to be a #WIBagent


Halo, selamat siang semuanya. Sebenernya, gue gak pinter nulis yang formal-formal, basa-basi dan menerangkan sesuatu. Jadi langsung aja, yak. Gue mau ngajakin kalian buat jadi #WIBagent!

Apa itu #WIBagent?

##WIBagent adalah reseller yang menjual kembali barang-barang WTVRBCPR. Biar kerenan dikit, makanya gue nyebutnya #WIBagent.

Sistem dari #WIBagent juga gampang banget, gak akan ribet dan tentu saja bakalan sangat menguntungkan buat si agent.

Grade
Bronze
Silver
Gold
ID Card
E-catalogue
    Free Body Wallet

Free Tshirt



Discount 10%
Discount 15%
Discount 20%
*Price
IDR 500K
IDR 1000K
IDR 1500K

*) K = .000,-
ex: 100K = 100,000

Ada 3 pilihan jenis grade untuk menjadi #WIBagent dengan keuntungannya masing-masing: Bronze, Silver dan Gold. Dari ketiga pilihan itu, kalian bisa memilih sesuai kebutuhan kalian.

  • Grade Bronze: Kalian akan mendapatkan ID card, e-catalogue dan diskon 10% setiap pembelian produk WTVRBCPR. Kalian hanya perlu mendeposit uang sebesar IDR 500K yang kemudian deposit itu bisa kalian pakai untuk mengambil barang WTVRBCPR sesuai nominal (dengan sudah dipotong diskon 10%)
  • Grade Silver: Kalian akan mendapatkan ID card, e-catalogue, free body wallet dan diskon 15% setiap pembelian produk WTVRBCPR. Kalian hanya perlu mendeposit uang sebesar IDR 1000K yang kemudian deposit itu bisa kalian pakai untuk mengambil barang WTVRBCPR sesuai nominal (dengan sudah dipotong diskon 15%)
  • Grade Gold: Kalian akan mendapatkan ID card, e-catalogue, free body wallet, tshirt dan diskon 20% setiap pembelian produk WTVRBCPR. Kalian hanya perlu mendeposit uang sebesar IDR 1500K yang kemudian deposit itu bisa kalian pakai untuk mengambil barang WTVRBCPR sesuai nominal (dengan sudah dipotong diskon 20%)

Jadi, setiap bulan, kalian diwajibkan untuk membeli produk WTVRBCPR sesuai dengan jenis pilihan grade #WIBagent kalian. Misalnya kalian pilih silver: maka, setiap bulan kalian harus mengambil produk WTVRBCPR dengan nominal sebesar Rp. 1.000.000,-

*) Dan kapanpun, kalian bisa upgrade status #WIBagent kalian.

Apabila dalam 3 bulan tidak ada transaksi, maka secara otomatis status #WIBagent kalian akan hilang. Dan kesempatan kalian buat dapetin reward juga hilang~

Reward? Emang bakalan ada reward apalagi buat si #WIBagent?

Yak, gue bakal kasih kalian REWARD buat #WIBagent yang berprestasi! Hahahaha~

1. Dengan minimal pengambilan produk WTVRBCPR mencapai  sebesar Rp. 10.000.000,- kalian bisa dapetin 1 tiket pesawat PP ke Bali dari Jakarta.

2. Dengan minimal pengambilan produk WTVRBCPR mencapai sebesar Rp. 20.000.000,- kalian bisa dapetin 1 tiket pesawat PP ke Singapore dari Jakarta.

Dan, gak ada maksimal waktunya loh kapan kalian bisa dapetin reward itu, yang penting, setiap bulan kalian rajin aja ngambil produk dan jualannya :D

So, buruan kirim email ke wtvrbcpr@gmail.com dengan subject: #WIBagent

Pilihlah jenis #WIBagent kalian. Dan mari bergabung bersama WTVRBCPR TEAM!
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

23/03/14

Penculikan Anak Batak

 




Di suatu pagi yang cerah di Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara.
“Ucoooooook!! Bangun kau!! Jam 7 sekarang! Sudah siang ini, nanti telat kau pergi sekolah! Ini adik-adik kau Mamak harus urus juga. Bangun cepatlah kau!”
“Hemm.. Lima menit lagi saja lah, Mamak.”
“Ah, kau ini pemalas!”
30 menit kemudian..
“UCOOOOOOOK!!! KAU BELOM BANGUN-BANGUN, HAH?? JANGAN MALAS SEKOLAH LAH KAU UCOK. KAU MAU MACAM BAPAK KAU, JADI TUKANG OJEK??”
“Hemm.. emang jam berapa ini Mamak?”
“INI SUDAH JAM SETENGAH DELAPAN TAU!!”
“HAH? ASTAGA! TELAT AKU!”
Pagi di Pulau Samosir pun semakin cerah.
Namaku bukan Ucok, tapi Gunawan. Karena aku dari keluarga Batak, maka panggilan untuk anak lelaki macam aku ini, Ucok. tapi kadang-kadang aku dipanggil Monyet oleh Mamakku ketika aku ketauan ngintipin Leli, anak tetangga seumurku yang lagi mandi. Aku anak sulung dari 5 bersaudara. Usiaku masih 8 tahun dan aku bersekolah di salah satu SD di Samosir, aku kelas 3. Aku punya 4 orang adik. 3 orang perempuan dan satu laki-laki, bungsu. Mamak ku galak banget, kalo Mamak sudah marah, semua orang di rumah pada tutup kuping karena takut gendang telinga pada pecah. Semua orang, termasuk Bapak.
Bapakku, sehari-hari bekerja dengan motornya. Bukan, Bapak bukan pembalap moto GP. Bapak ku adalah tukang ojek paling terkenal di Pulau Samosir. Kenapa Bapakku bisa terkenal? Karena  dulu dia pernah ngebonceng Presiden Suharto. Iya, beneran. Bapak dengan bangganya sering banget cerita kalo dia bangga bisa jadi tukang ojek, kata Bapak, itu adalah keputusan yang paling tepat di dalam hidupnya. Gara-gara jadi tukang ojek akhirnya Bapak bisa ngebonceng Presiden Suharto saat berkunjung ke Pulau Samosir. Tapi disela-sela ceritanya, Bapak selalu bilang, keputusan yang paling dia sesali adalah menikah dengan Mamak. Mamak pun kembali marah besar.
Pagi ini sama seperti pagi biasanya. Sama kayak orang kota yang tidak suka hari senin, aku pun tidak suka hari senin. Aku selalu membayangkan, andaikan aku bisa libur setiap hari, bisa bebas main dan gak harus bangun pagi. Sebenarnya aku tidak suka sekolah. Buat apa sekolah? Presiden sudah ada, Menteri pun sudah banyak. Orang-orang di kampungku ini paling-paling nantinya jadi petani, jadi tukang ojek macam Bapak, atau paling bagus jadi sopir angkot di Kota Medan.
Setiap hari pun aku harus jalan kaki lumayan jauh buat bisa bersekolah, belum lagi kalo aku telat bangun seperti sekarang, aku harus lari ke sekolah supaya gak telat-telat amat. Ya, kadang Bapak nganter aku sih sebelum kerja, tapi itu pun kalo Bapak bangun pagi.
Oiya, aku lupa, sekarang pelajaran matematika, Bu Endang. Mati muda aku!
Tok.. tok.. tok..
“Selamat pagi ibu. Maaf aku terlambat.” Ucapku sambil membuka pintu kelas yang tengah belajar.
“Bah, Kau lagi, kau lagi. Sering kali kau terlambat, Gunawan. Kali ini kenapa kau terlambat? Tolong, jangan bilang kalo kau telat gara-gara terkunci di dalam kamar mandi lagi!” Bu Endang yang terkenal galak langsung menginterogasiku.
“Eng.. eng.. Tidak bu. Aku tidak terkunci di dalam kamar mandi lagi.” Sebagai siswa yang pandai berkelit, aku harus mencari alasan baru yang lebih masuk akal. “Eng.. tadi.. tadi aku sebenarnya sudah bangun pagi, kan. Terus aku pun sudah mandi dan gosok gigi. Pergi dari rumah pun saat matahari belum muncul..”
“Nah, terus kenapa kau bisa terlambat!?” Bu Endang memotong ceritaku yang belum selesai.
“Nah, saking semangatnya pengin belajar, aku langsung pergi ke sekolah, bu. Aku lupa kalo aku masih pakai handuk. Aku balik lagi lah ke rumahku buat pakai seragam.” Keluhku.
“BAH! Macam mana pula kau ini, Gunawan!” Teriak Bu Endang setengah tak percaya dengan alasanku. Untung sih, masih setengah percaya. “Yasudah, cepat kau duduk. Jangan lupa kumpulkan PR matematikamu di meja ibu.” Baru beberapa langkah masuk ke kelas, Bu Endang menyuruhku mengumpulkan PR.
“Hah, PR?” Mampus, aku lupa.
“Jangan-jangan kau belum mengerjakannya, Gunawan? Haduuuuh. KELUAR KAU GUNAWAN!” Teriak Bu Endang ngamuk. Teman-teman sekelasku hanya tertawa terbahak-bahak melihat aku diusir.
Ya beginilah nasibku. Gak sekali dua kali aja aku diusir dari kelas, bahkan sekolah. Terlambat lah, gak ngerjain PR lah, ketauan ngintip toilet cewek lah, ngintip toilet guru cewek lah, berantem, dan masih banyak lagi. Oiya, khusus yang terakhir itu, sebagai anak batak sejati, aku memang suka berantem. Menurutku, anak batak itu harus pandai berantem. Hampir 3 kali seminggu aku berantem. Itu juga yang bikin aku di juluki “Gunawan Jambak” di sekolah. Ngeri, kan, julukanku? Gunawan Jambak. Beuh! Aku mendapatkan julukan itu karena sering berantem dengan Lela, Mutia dan Rini. Trio cewek sok tau.
Karena tadi aku udah diusir oleh Bu Endang, dan karena aku siswa penurut, aku memutuskan untuk pulang lagi ke rumah. Ganti baju, terus lanjut main sama Julius dan Matius, teman mainku di rumah.
Tapi, di perjalanan menuju rumah, aku bertemu dengan seoraang abang-abang berkacamata dengan rambut acak-acakan sedang bawa motor. Bawa motornya pun acak-acakan, dia hampir nabrak aku. Mungkin dia gak tau mana rem mana gas.
“Dek, tau arah museum gak, dek?” Tanya abang berkacamata itu.
“Museum apa, bang?” Tanyaku balik.
“Museum batak, dek. Apa tuh, yang bisa liat tari-tari apa?” Si Abang nanya lagi.
“Tari apa, Bang?” Aku balik nanya lagi.
“Tari batak, dek. Itu loh, yang patung bisa nari sendiri.” Si Abang menerangkan dengan susah payah, tapi aku makin gak ngerti.
“Tari apa, Bang? Patung apa? Abang siapa?” Aku ketakutan kalo-kalo abang berkacamata ini adalah sindikat penculik anak yang sedang ramai aku tonton di TV.
“Bentar Abang ingat-ingat dulu.”
5 menit kemudian..
“Aha!”
“Sudah ingat, Bang?”
“Abang masih lupa. Bentar.”
15 menit kemudian..
“Nah! Patung.. Duh. Susah ingat lagi. Coba kau sebut, ada patung apa aja disini, dek?” Lama aku nunggu, si Abang malah balik nanya lagi.
“Liberty?” Jawabku.
“Bukan, itu mah di Mesir!”
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

24/02/14

Jangan Pacaran Sama Cowok Backpacker

whatever i'm backpacker

Ini sebenarnya bisa jadi postingan yang paling beresiko buat gue. Postingan bunuh diri. Gimana nggak, dari judulnya aja, udah fix bikin gue dan cowok-cowok backpacker lainnya bakalan susah dapet cewek. Tanpa postingan ini aja udah bikin gue susah dapet pacar, apalagi ada postingan ini, yah, udah fix banget lah ini titit cuma dipake buat kencing. Hiks.Wan Wan Emoticons 28

Tapi gue harus bersikap adil. Adil, kalo gue gak punya pacar, cowok lain juga harus gak punya pacar. HAHAHAHAHAHAHAHA~Wan Wan Emoticons 10

Jadi gini yah cewek, kenapa gue bilang jangan pacaran sama cowok yang hobinya backpacking? Berikut alasannya :

1. Cowok backpacker itu hidupnya bebas. Gak terikat sama apapun. Kalian minta komitmen? Jangan harap. Eh, tapi gak gitu juga, deng. Bisa aja sih berkomitmen tapi tergantung ceweknya, kuat gak buat ditinggal-tinggalin?

2. Cowok backpacker itu gak merhatiin penampilan. Kulit gosong, kering karena sering kena sinar matahari. Baju dekil karena jarang ganti baju pas nge-trip. Jarang pake parfum, makanya jangan heran bau mereka lebih mirip bau bangke daripada bau manusia. Luka dimana-mana karena sering belusukan ke hutan, gunung, bebatuan.

“Tapi, Dis, Jokowi juga belusukan gak ada luka-luka, tuh?”

Eits, lo gak tau aja dibalik kemeja lengan panjang dan celana bahan cutbray yang dipake Jokowi, ada badan yang penuh luka. Luka peluh memperjuangkan kemakmuran masyarakat. Hazek.

Kenapa jadi bahas Jokowi ini bangskay!

Lanjut~

3. Cowok backpacker gak pernah bisa diajak maen ke mall. Ini nih, buat cewek yang kalo pacarannya harus ke mall, ke cafe, nonton ke bioskop, foto box pake asesoris topi badut sambil pose sok imut. Buang jauh-jauh deh kebiasan lo itu. Mereka (cowok backpacker) itu paling gak doyan maen ke mall. Buat mereka, hutan, gunung, pantai lebih seru daripada mall. Nonton karapan sapi lebih seru daripada nonton bioskop. Makan makanan pinggir jalan lebih enak daripada makan di tengah jalan di restoran atau cafe.  Foto nendang sambil loncat ala Liu Kang, lebih seru daripada foto sok imut di dalem kotak.Wan Wan Emoticons 17
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...