23/02/15

Mochamad Takdis: Berawal dari Traveling hingga Jadi Entrepreneur - Tulisan Dari Jesha Vebrattie

Aku yang merem saja :(

Kamu suka jalan-jalan? Hobi traveling? Bagus! Ternyata traveling bisa mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita lho, Updaters. Kegiatan ini memang paling ampuh mengusir rasa jenuh. Bahkan bagi sebagian orang, traveling berhasil membuka mata mereka untuk menentukan jalan hidup yang harus mereka pilih. Begitu pula yang dirasakan oleh Mochamad Takdis (@takdos). Beberapa waktu lalu, pria yang akrab dipanggil Adis ini berbagi pengalamannya soal traveling ala backpacker dengan Kampus Update di kafe Whatever Restore, Bandung.


Uniknya, ketertarikan Adis dalam dunia traveling bermula dari insiden ketinggalan pesawat menuju Vietnam. “Trigger gue netapin mau backpacking itu pas gue ke Kalimantan Timur. Tadinya gue pengen ke Vietnam, cuma pesawatnya keburu take off. Akhirnya gue impulsif, beli tiket kemana aja yang paling murah. Waktu itu adanya ke Balikpapan dan naik Garuda, yaudah gue ke situ. ” Alhasil, hari itu juga Adis berangkat menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan. Selama 15 hari menjelajahi Kalimantan Timur, Adis telah merasakan bahwa masyarakat di sana tidak seperti yang diberitakan oleh media. Sebaliknya, ia menemukan kearifan lokal yang tidak akan pernah bisa dirasakan di kota-kota besar.

Setiap kali pergi traveling, Adis selalu bertekad untuk membawa pulang sesuatu yang berharga dari perjalanannya. “Traveling itu kan sebenarnya buang-buang duit, yah. Tapi gimana caranya biar lo bisa dapat sesuatu, entah itu berupa materi atau non-materi dari traveling.”  ujar Adis. Setelah bepergian, Adis selalu menyempatkan diri untuk menulis catatan perjalanannya di blog pribadinya, yaitu www.whateverbackpacker.com. Dalam blog tersebut, Adis juga memberikan tips dan trik buat para backpacker yang ingin bepergian dengan budget minim. Mulai dari tips mencari tiket pesawat dengan harga super murah sampai tips untuk menginap di bandara! Dengan gaya tulisan Adis yang konyol dan menghibur, serta informasi seputar backpacking yang anti-mainstream, traffic blog Adis pun terus meningkat. Pada tahun 2013, Adis berkesempatan untuk menerbitkan tulisannya dalam sebuah buku berjudul “Koar-koar Backpacker Gembel”.
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

Apa Yang Kamu Lakukan, Dis? Kamu Travel Blogger Bukan, sih? Kok, Gak Pernah Posting Lagi!!!


Mungkin judul di atas adalah judul tulisan terpanjang yang pernah gue tulis di blog ini. Mungkin, dengan judul yang panjang, bisa menebus kekosongan blog ini dari 2 bulan kemarin (gak juga, sih!). Iya, 2 bulan blog ini gak ada tulisannya. Bahkan, perasaan gue gak pernah buka-buka blog gue sendiri.

Blog yatim piatu. Blog yang ditinggalin “mati” sama penulisnya.

Melihat judul di atas, kalian pasti tau, kenapa gue jarang nulis lagi. Alasannya bisa kalian baca di beberapa postingan sebelum tulisan ini.

Iya, gue sibuk sama urusan bisnis-bisnis-bisnis-dan-bisnis. Bahkan, kesibukan itu gue jadiin tameng dari kemalasan gue untuk menulis. Sekarang, menulis tidak begitu membahagiakan seperti dulu. Entah apa yang terjadi sama diri gue, tapi itu lah kenyataannya.

Tapi, beberapa menit tadi, ada mention yang masuk ke twitter gue. Dari akun @lionychan (yang entah gue gak tau itu siapa) dan akun itu ngetwit:

“#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-24 "Penyumbang Bahagiaku" tmblr.co/ZKvrGq1e2iXsn oleh @Yaraptr untuk @takdos”

Ah, program menulis dari #30HariMenulisSuratCinta ternyata. Dari @Yaraptr untuk @takdos. Tapi tunggu, siapa itu @Yaraptr? Pas gue liat, ava-nya sih cewek. Ok. Terus ada kata “untuk @takdos” di situ. Tunggu lagi, @takdos kan gue, yah? Terus itu program menulis surat cinta. Gue makin bingung. Ada cewek, nulis surat cinta buat gue? Kan gue mah jomblo? Penasaran, gue bukalah link itu dan baca tulisannya..

Penyumbang Bahagiaku


“Teruntuk laki-laki hebat dengan segala usaha dan perjuangannya.
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

30/12/14

Kata Siapa Travel Blogger Cuma Bisa Nulis?


30 Desember 2014..

Waktu di jam tangan G-shock gue menunjukan pukul 21.16 WIB..

Gue duduk di sebuah café baru di bilangan Jl. Hasanudin, Bandung. Tepat di depan kampus terkenal, Universitas Pasundan Dipatiukur..

Gue duduk di meja paling belakang café itu, dikeriuhan café, gue menjejalkan gendang telinga dengan lagu-lagu mellow melalui headset. Yah, gue pengin cerita sama kalian. Cerita tentang apa yang gue lalui di tahun 2014 ini..

Sebelumnya, gak pernah sama sekali terbayang gue bakal bisa melangkah sejauh ini. Untuk seorang Adis, seorang siswa SD tak berprestasi - SMP tukang diem di rumah - SMA yang terlalu biasa dan seorang mahasiswa gagal, menjadi seperti sekarang itu bagaikan sebuah mimpi. Mimpi yang mengharuskan adanya tamparan di pipi atau guyuran air dingin supaya gue segera bangun.

Setelah menampar pipi sendiri, ternyata ini beneran kenyataan. Pun ini mimpi, gue gak mau bangun. Biarlah gue tertidur dan terus bermimpi. Mimpi yang terlalu indah kalo harus tiba-tiba bangun.

Kembali ke apa yang bakalan gue ceritakan selama setahun ini. Berawal dari seorang backpacker, kemudian menjadi travel blogger, gue udah mengunjungi beberapa tempat di dunia ini dan kemudian menceritakannya. Dari traveling, gue melihat banyak hal, gue belajar banyak hal, dan lama-kelamaan traveling membentuk kepribadian gue. Dari yang awalnya tukang pesimis, menjadi optimis, bahkan cenderung yakin apa yang gue mau pasti bisa didapatkan.

Singkat cerita, setelah berkeliling ke beberapa tempat, dan seringnya gue traveling, gue membuat sebuah brand travel gears sendiri dengan nama Whatever Backpacker. Yes, same as my blog. Dengan membuat brand sendiri, gue menjadi travel blogger pertama yang punya brand travel gears di Indonesia. Dan dari sini semua kisah sebagai entrepreneur gue bermula.

Berawal dari semua ngerjain sendiri, di tahun 2014 Whatever Backpacker menjadi salah satu UKM pilihan Bandung, yang di mana, Whatever Backpacker terpilih sebagai produk unggulan. Karena semakin banyaknya demand (lu bayangin, produk tas #Bandung20L gue sold out dalam waktu 4 jam saja) gue mengajak beberapa teman untuk bekerja bareng gue. Di sinilah awal mulanya gue punya sebuah tim, terdiri dari 5 orang yang mengurus masing-masing bagiannya.
“as a leader, you manage the process and lead people.”

Jadi siapa yang bilang ada di posisi leader itu mudah? Sini berantem sama gue!!
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

31/10/14

Whatever I'm Backpacker Soundtrack

HALOOOOOO PARA PARAMPAM SEMUAAAAAAA!!!

ANJIS, UDAH LAMA BANGET GUE KAGAK POSTING CERITA! BULAN INI AJA AMPIR-AMPIRAN KOSONG NIH POSTINGAN! 

SEBAGAI BLOGGER GAGAL AKU MERASA BERHASIL! MUAHAHAHAHA~

Terus, apa yang bakal gue ceritain sekarang? Tentang perjalanan ke mana?

Filipin?

Jepang?

Macau?

Sulawesi?

Santai.. nanti bakal gue ceritain semua kalo gak males yah. Nah, untuk mengisi postingan di bulan Oktober ini. Gue akan memposting sesuatu yang berbeda. Yang belum pernah travel blogger lain buat. Yes, karena gue selalu out of the world! Gue ini kreatif, smart, dan inovatif! Keren kan gue!?

Sebelum ngasih tau apa yang bakal gue posting, gue pengin nanya, dong. Biasanya, kalo lagi backpacking, kalian suka sambil dengerin lagu gak, sih? Entah itu pas perjalanan di dalam bus, nyender di kaca sambil liatin pemandangan sawah di kereta, atau saat melangkah naik gunung. Kalian pasti punya soundtrack traveling masing-masing, kan?

Nah, yang akan gue share untuk kalian sekarang adalah, SOUNDTRACK WHATEVER BACKPACKER!
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...