Korupsi di Pariwisata Indonesia


Sebelumnya, gue mau ngasih tau kalian, tulisan yang bakal kalian baca ini gak ada hubungannya sama sekali dengan backpacking atau traveling. Tulisan ini gue bikin untuk merayakan hari anti korupsi nasional. Iya, bener korupsi!

Eh, ada hubungannya, deng. Yaudah, baca aja, sih!

Jadi gini, sebagai anak muda yang concern dengan traveling, gue udah sering banyak main ke beberapa tempat di Indonesia, baik desa, pulau ataupun kota-kota besar. Dari pengalaman backpacking lebih dari 6 tahun, tentunya gue banyak  dapet hal yang menyenangkan, tapi gak dikit juga dapet pengalaman yang bikin nyesek. Contoh, kayak gue pas ke Derawan untuk pertama kalinya tahun 2011.

Sebelum cerita ada apa di Derawan dan beberapa tempat lainnya yang bikin nyesek, gue mau bahas dulu “apa sih korupsi itu?”

Menurut gue, korupsi adalah perbuatan yang lebih kejam daripada lu minjem pulpen temen taoi kagak dibalikin. Lebih kejam dari minjem korek, minjem korek, eh lu masukin ke saku sendiri. Lebih kejam daripada ngedeketin cewek, bikin dia nyaman, eh tau tau lu nya ngilang gitu aja. Kejam banget pokoknya. Kalo kejahatan lain, yang lu rugiin cuma seorang atau beberapa orang, tapi kalo lu ngelakuin korupsi, apalagi jumlahnya gede, yang rugi bisa jutaan orang, Iya, kek di negeri kita tercinta ini. Sad.

Balik lagi ke cerita gue traveling, waktu ke Derawan, gue numpang nginep di rumahnya Pak Ading, beliau adalah salah satu tokoh masyarakat di sana. Singkat cerita, ketika Derawan lagi rame-ramenya jadi tempat wisata, bahkan sebelum rame, Derawan disokong banyak dana oleh pemerintah setempat untuk mulai mengembangkan pariwisatanya. Namun sayang, karena kita tinggal di Indonesia yang mental korupsinya kuat banget, dana yang ada malah banyak diselewengin atau masuk kantong pribadi pemerintah setempat yang pada akhirnya, ya pembangunan di sana gitu-gitu aja. Akses menuju sana ya masih susah-susah aja.


Bahkan dari Samarinda ke Berau aja gue butuh waktu 30 jam buat naik mobil, bukan karena jaraknya jauh banget, tapi gara-gara jalannya jelek banget! Tanah sama batu doang, cuy! Bahkan di beberapa titik, ada jalan yang amblas dan bertahun-tahun gak pernah dibenerin, padahal lu tau sendiri Kalimantan itu kaya banget. Nah, duitnya kemana? Ya, di korupsi!

Atau ketika gue main ke Ogan Ilir dan OKU Selatan, beberapa hari pulang dari sana, salah satu pemimpinnya ketangkep polisi gara-gara kasus narkoba dan dugaan korupsi. See? Bahlul, semua!


Padahal, kalo pemerintahnya amanah dan gak korupsi, semua kekayaan alam dan pariwisata mereka bisa dibangun dan dikembangkan jauh lebih baik. Sayang aja gitu, kayak Ogan Ilir itu punya banyak tempat wisata yang keren mulai dari gunung, danau sampai air terjun ada, tapi karena uangnya di korupsi, ya tempat wisatanya gitu-gitu aja, dan itu berimbas langsung  sama pengunjungnya yang segitu-segitu juga.


Jadi seberapa buruk dampak korupsi? Beuh, gak usah ditanya. Merugikan semua lapisan masyarakat! Lu bayangin, kalo misalnya dana mereka gak di korupsi dan dipake buat pembangunan suatu daerah, kayak bikin jalan yang bagus biar akses lebih mudah, bikin fasilitas-fasilitas umum yang memadai, dan banyak hal lainnya lagi, itu akan otomatis berimbas langsung ke kemakmuran masyarakatnya. Dalam hal pariwisata, bakal banyak wisatawan yang berkunjung ke tempat itu, otomatis juga bakal meningkatkan perekonomian masyarakatnya sendiri. Pasti itu! Contoh Bali, yang di mana mereka mengemas pariwisatanya dengan begitu baik. Makmur, banyak investor nanemin modalnya di sana, banyak juga wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang juga dateng ke sana.

Jadi, sebagai pemuda anti-korupsi, ayok lah, bangun negeri ini dengan baik dan benar, gak usah korupsi-korupsi lagi, lah. Kagak ada faedahnya, yang ada lu masuk neraka dan disumpahin banyak orang! Jujur-jujur aja jadi orang mah, kalo gak bisa berbuat baik buat orang, bermanfaat buat orang, at least jangan ngerugiin orang!

Makanya, di hari anti-korupsi ini, gue sih pengin minta KPK buat nangkep-nangkepin para koruptor yang maling duit negara, kalo bisa tembak mati aja sekalian, terus hartanya ambil semua tanpa tersisa.

Nah, kalo kalian diminta buat ngehukum koruptor, hukuman apa yang pengin kalian kasih ke para tikus-tikus itu?


Sekali lagi, Selamat Hari Anti-Korupsi temen-temen! Yok, sama-sama bangun pariwisata Indonesia! Dan jauhin pariwisata Indonesia dari Korupsi, karena itu gak keren sama sekali!

NEW BACKPACK FROM WHATEVER



Backpacker Indonesia, continues an amazing journey, we are building on our heritage to move the products ahead. We view the products as a merging of Indonesia heritage’s values, innovation and sustainability.

We are glad to introduce you our latest development Geniroga backpack. We invite you take a look at our proud products. Geniroga born from our awareness to elevate the values of the Indonesia culture.

Geniroga derived from the word "geni" means "fire" and the Sanskrit word "roga" means "sick". Philosophically means significant forces to always defeat the enemy with ease.

Fabric made from the process of weaving. Weaving itself is an activity to make the fabric by entering the yarn feed horizontally on the threads of the warp, usually tied up in advance and already dipped into natural dyes. Natural dyes are usually made from tree roots and some are using foliage.

Indonesia known as a society full of rich culture and diversity, Geniroga is expecting to lead to a positive awareness, creates a feeling of love towards to the heritage.

Backpacker Indonesia's commitment to give all the products become a brand with high values!




Ms. Intan is working on the material to be weaved with the traditional equipment. She has been learned this skills since she was childhood.
Sasak tribe had so many varieties of weaving designs, while the traditional weaving not only from Sasak tribe. There are many islands in Indonesia which is also providing different style of designs on the fabrics. Meanwhile, the designs itself would be depending on the cultures of every places in Indonesia. Can you imagine how rich indonesia with cultures and diversity?
Women in Sasak tribe should have abillity and skill to weave the fabric
Whatever Backpacker's founder (Adis) and Sasak's senior weaver (Mrs. Yani)




Our first #BringThemHappiness event at SDN Tonjong, Desa Hariang, Kab. Sumedang, West Java










High Five For Donate:

Following into the concepts of social business movement in 2015, we are truly believe, how much you spent for purchasing our products, this is will go to donate for our charity program. Therefore, you are able to participate anytime with us. Let us spread our love and compassion through purchase Whatever Backpacker's products or else  you are only   donating Rp 50.000 means the funds would be distributed into the products and school equipment.

Bronze:

By choosing the Bronze bundle, you will be able to get 1 Geniroga Series backpack and in the same time you can save 25% off from retail price as this bundle will be selling up to Rp1.500.000 in January 2017.

Silver:

By choosing the Silver bundle, you will be able to get 1 Geniroga Series backpack + rain cover, and in the same time you can save 30% off from retail price as this bundle will be selling up to Rp1.550.000 in January 2017.

Gold:

By choosing the Gold bundle, you will be able to get 3 pieces Geniroga Series backpack and in the same time you can save Rp. 525.000 of early bid prices plus save 35% off from retail price as this bundle will be selling up to Rp4.000.000 in January 2017. Invite your friends to get too!

Platinum:

A limited edition bundle. By choosing the Platinum bundle, you will be able to get 1 Geniroga Series backpack, save 30% off from retail price and you will get a special trip to Lombok for 4 days 3 nights, include:

- Return ticket from Jakarta
- Hotel for 3 nights
- Snorkeling and Party in Gili Trawangan
- North Lombok Trip
- Transport
- 20kg Baggage
- Private trip to learning about Sasak's weaven
- And, charming guide. Yeah, that's me!

besides limited seats, this bundle will be selling up to Rp 6.100.000 in January 2017.




Ombak Sunset Hotel dan Sepotong Cinta di Gili Trawangan


Saat bikin postingan ini, gue lagi nulis sambil anteng dengerin Perfect Strengers-nya Jonas Blue featuring JP Cooper. Kalo lu gak tau Perfect Strenger, coba jangan nonton Dangdut Academy Indosiar atau Anak Jalanan mulu dan mulai denger lagu-lagunya Jonas Blue.

Terus apa hubungannya lagi itu sama cerita yang akan gue ceritakan kali ini? Let me know you, my lovely readers..

Jika Aku Backpacking Bareng Youtubers


Ok, gue lagi gabut di rumah, terus dari 3 hari kemarin gue makan indomie mulu dan ditambah gue kurang tidur, mungkin ini yang menyebabkan otak gue agak konslet buat bisa sampai mikir bikin postingan beginian. Fak!

"Youtube youtube youtube lebih dari titit.."

Pentingkah Asuransi Perjalanan?


Gue sebenernya adalah orang yang nekad. Saking nekadnya, gue gak perlu persiapan lama dan bawa peralatan lengkap waktu naik ke Gunung Annapurna. Di mana yang lain pada bawa carrier segede-gede dosa yang isinya perlengkapan naik gunung komplit mulai dari jaket biasa, jaket tebel sampai jaket anti dingin. Mulai dari obat-obatan, sleeping bag, sepatu trekking cadangan sampa tenda ukuran besar. Sementara gue? Di tas gue cuma isi 1 baju dan 1 celana ganti buat tidur, botol minuman, dan kamera, That’s it. Sisanya? Semua nempel di badan gue.

Kenapa Traveling Adalah Obat Paling Ampuh Untuk Patah Hati


Karena di bulan ini gue lagi edan, gue kepikiran nulis kayak begini. As you know, pengalaman gue traveling bareng pacar udah lumayan banyak, dan itu berbanding lurus juga dengan pengalaman patah hati gue.

Kalo gue niat rontgen, mungkin hati gue ini udah banyak tambalan dan sambungannya gara-gara sering patah.

Jijik yah anjir!?

Buat orang seumuran gue, patah hati udah gak bisa diobatin lagi sama mabok aibon, ngemil kecubung atau trek-trekan lawan ibu-ibu pake matic di jalan raya. Gak bisa.

Wisata Sehari Di Lombok Tengah


Lombok, Guemas. Lo mbok-mbok, gue mas-mas. Apasih!

Jadi gini, dari tahun 2011 Lombok mengganti bandara utamanya yang awalnya di Bandara .... yang terletak di tengah Kota Mataram, Lombok Utara. Dengan Lombok International Airport di daerah Lombok Tengah. Yang di mana, Lombok Tengah itu jauh banget dari ibu kotanya Mataram. Saking jauhnya, lu berangkat masih muda, nyampe Mataram bisa udah punya cucu dua. Saking jauhnya.

Tips dan Trik Biar Diajakin Famtrip alias Jalan-Jalan Gratis!


Cieeee yang baca-baca tulisan ini, ngarep diajak ngetrip gratis yah?

Ikutan Famtrip emang enak. Ya, gimana gak enak, mulai dari tiket pesawat PP, makan, hotel, jalan-jalan, transport, semua-semuanya dibayarin alias gratis. Ditambah kalo beruntung, lu bisa dikasih duit jajan juga yang jumlahnya lumayan dan itungannya perhari. Jadi udah jalan-jalan semua dibayarin, lu juga dapet duit jajan. Saik, gak tuh?

Gue dan Kutukan Traveling Bareng Pacar


Waktu nulis postingan ini, gue lagi ada di Bali. Trip melupakan kenangan. Iya, gue putus. 2 hari lalu pas postingan ini lagi dibuat. Nyesek. Karena ada banyak kenangan yang menyisa. 

Jijik? Wajar, anjeng!

5 Alasan Kenapa Lu Kudu Ke Bali Utara


Bosen sama postingan gue tentang Bali? Sama, gue juga bosen nulisnya. Tapi ya gimana, Bali selalu punya sesuatu yang baru buat gue share ke kalian. Dan, kan gak perlu alasan buat ke Bali, saking lu bisa ngapain aja dan seru-seruan di sini.

Nusa Penida The Underrated Destination


Pernah ke Bali? Pernah ke Sumba? Pengin ke Bali dan ke Sumba sekaligus tapi ada di satu tempat?  Nusa Penida jawabannya.

Kenapa Nusa Penida gue nilai underrated? Selain karena tempat ini minim publikasi, pamornya yang tertutupi Bali juga jadi salah satu alasannya, padahal Nusa Penida adalah salah satu destinasi yang gue kasih nilai paling tinggi dan reccomended untuk dikunjungi.

Si Lumba-Lumba di Lovina


Selain objek wisata, satwa khas daerah terkadang menjadi salah satu daya tarik untuk orang mau berwisata ke sana. Contoh, Derawan dengan Black Manta-nya, Tanjung Puting dengan putingnya puting Orang Utannya,  Nusa Penida dengan Mola-Molanya, dan Lovina dengan cewek-ceweknya yang cantik. Eh, lumba-lumbanya, deng. Maap maap..

Brahmavihara Arama, Abis Ibadah Langsung Mandi Air Panas



Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Kalo biskuit, ya Mayora.

Ini apaan sih!

Liburan di Bali kali ini, gue nyoba buat datengin tempat-tempat yang gak mainstream buat anak keren model gue. Kuta? Bosen. Legian? Ahelah. Seminyak? Pandawa Beach? GWK? Hooaaam..

Festival Lovina dan Jegeg Yang Cantik


Festival Lovina, festival yang berada di Lovina (ya, iyalah, nyet!)

Mungkin dari kebanyakan kalian belum ada yang pernah ke Lovina, karena pun pernah ke Bali, kebanyakan turis, terutama turis lokal, dan pada khususnya temen-temen gue, mereka lebih senang menghabiskan waktu di daerah Bali Selatan macam Kuta, Legian, Seminyak untuk dugem dan mabok arak di sana.

Padahal, taukah kalian? Tidak tahu? Sama.

Neraka Transportasi - Insiden Pencabulan (Part 2)


Sebelum lu baca postingan ini, ada baiknya luaca cerita sebelumnya >> Neraka Transportasi - Insiden Pencabulan (Part 1)

Kenapa? Karena kalo gak baca yang sebelumnya, lu bakal kebingungan, terus galau, terus bunuh diri. Percaya sama gue.

.......