17/09/14

Transportasi Khas Filipina


Ke suatu tempat atau negara baru, rasanya gak afdol kalo gak nyobain transportasi khas mereka. Sebagai backpacker, gue selalu mencoba moda-moda transportasi termurah, gak peduli itu lebih lama, lebih capek, lewat darat, lewat laut, atau misalnya rentan kecelakaan. Bodo amat, yang penting murah. Naik bis yang rodanya cuma 3 misalnya. Gak apa-apa.

Nah, kalo ke Filipina, ada dua moda transportasi yang jadi kendaraan umum di sini, dan gak akan lu temuin di negara lain. Kendaraan-kendaraan ini memang menjadi penggerak ekonomi untuk masyarakat Filipina. Gimana nggak, sama kayak di Indonesia, transportasi ini digunakan setiap hari oleh hampir seluruh masyarakat Filipina. Apa aja itu? Nih gue kasih 3 transportasi khas Filipina.

1. Perahu Boat

Filipina adalah negara dengangaris pantai terpanjang di dunia. Dan juga negara kepulauan yang cukup besar. Gimana nggak, ada lebih dari 7.000 pulau di Filipina. Maka gak heran, kalo perahu boat menjadi salah satu moda transportasi yang menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya.

Dan, yang kerennya, perahu boat di Filipina sangat manusiawi. Manusiawinya gimana, Dis? Gini, lu pernah ke Kepulauan Seribu gak naik perahu? Nah, lu pasti horor-horor ngeri ketika si abangnya masih terus nyari dan masukin penumpang, sementara perahu boat udah mau tenggelem gegara kelebihan muatan. Gue rasa si abang baru berenti masukin penumpang kalo perahu boatnya udah kebelah dua kek kapal titianic. Gilak!

Nah, di Filipina gak gitu. Mereka selalu membatasi penumpang di setiap perahunya. Selain untuk kenyamanan, mereka juga memikirkan keselamatan para penumpangnya, karena FYI, di Filipina gelombangnya sangat besar dan cuaca di laut tidak dapat diprediksi. Hari panas belum tentu laut tenang. Hari hujan, belum tentu gelombang besar. Siap-siap minum antiom aja intinya.

2. Tricycle

Sama dengan helicak di Medan atau Aceh. Tricycle di Filipina adalah moda transportasi massal yang bakalan sering banget kita liat di negara ini. Moda transportasi motor yang dimodifikasi ini lumayan mahal kalo lu naiknya sendiri. Karena FYI, satu tricycle bisa dinaiki oleh 6 penumpang. Iya, enam penumpang bisa dalam sekali jalan.
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

10/09/14

New Logo Whatever Backpacker!


Hai semua! Semua hai! Backpacker hai! Blogger juga hai!

Gak kerasa, udah lebih dari 3 tahun blog gue ini eksis di jagad per-travel-blogger-an Indonesia. Dan gak kerasa juga udah banyak yang gue dapet dari blog ini. Entah itu penghargaan, materi ataupun yang lebih besar dari itu, pendewasaan.

Memasuki bulan September, Whatever Backpacker di mana sebuah blog yang menjadi sebuah brand travel gears gue ini akan melakukan sesuatu langkah yang baru. Yang semula hanya bisnis main-main, sekarang akan gue naikan tingkatannya ke lebih profesional, yaitu sebuah perusahaan berbadan hukum.

Maka dari itu, akan ada banyak hal yang baru dari Whatever Backpacker as a travel gears, salah satunya adalah logo baru!

Nah, dalam memperingati lahirnya logo baru Whatever Backpacker, kita bakalan ngasih hadiah-hadiah menarik buat kalian selama 2 minggu ke depan! Iya, selama 2 minggu bakalan banyak hadiah yang kita kasih setiap harinya. Setiap hari!

Apa aja itu?

Hadiah harian: #Pakidulan Sandal (1 hari 1 pemenang)
Hadiah mingguan: #Moyo Wet Pack (1 minggu 2 pemenang)
Hadiah utama: #Sumba40L V.2 backpack (2 minggu 2 pemenang)


Caranya gimana?

Untuk yang harian..

Akan ada permainan setiap harinya di akun @WTVRBCPR, permainan akan berubah-ubah setiap harinya, dan setiap harinya akan ada pemenang yang berbeda. Maka kesempatan kamu untuk menang juga lebih besar. Pemenang, bisa memenangkan hadiah lebih dari 1 kali, jadi setiap hari akan ada hadiah gratis buat kamu!

Untuk yang mingguan..

Permainan akan dilakukan di instagram www.intsagram.com/WTVRBCPR. Akan ada dua buah #Moyo Wet Pack setiap minggunya untuk 2 orang pemenang. Permainanya juga akan di sounding via akun twitter @WTVRBCPR

Untuk yang 2 minggu alias #Sumba40L V.2..

Ada 2 tipe permainan untuk mendapatkan #Sumba40L V.2 secara gratis, yaitu:

1. Blogging

Lu harus nulis di blog lu tentang “Kenapa Gue Harus Dapet #Sumba40L V.2”

Dalam artikel, masukkan link:

2. www.twitter.com/WTVRBCPR
3. www.instagram.com/WTVRBCPR
4. www.twitter.com/WhateverRover 

Dan juga kata-kata dan gambar logo baru Whatever Backpacker:

1. #Sumba40L V.2
2. Whatever Backpacker
3. Image >> 
2. Soundcloud

Nah, yang ini nih sesuatu yang baru dari WTVRBCPR. Buat kalian yang gak punya blog dan gak suka nulis, kalian bisa buat Jingle tentang Whatever Backpacker. Jingle bebas mau pake alat musik apapun. Genre bebas mau apa aja. Bebas lirik , pokoknya whatever.

Syaratnya cuma:

1. Masukin 3 kata: Whatever Backpacker - Travel Gears - Designed by Experiences dalam lirik jingle-nya.
2. Jingle tak lebih dari 1 menit.
3. Upload di soundcloud kalian, lalu kirimkan linknya ke twitter @WTVRBCPR.

Last!

Syarat untuk mengikuti semua permainan di atas adalah:

1. Ganti avatar twittermu dengan logo baru whatever backpacker.
2. Follow twitter dan instagram WTVRBCPR
3. Follow twitter www.twitter.com/WhateverRover
4. Dan bermainlah dengan gembira :)

So, selamat mendapatkan apa yang kalian mau :)
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

05/09/14

Mau ke Filipin murah? Cebu Pacific Air Aja Kali!



Mabuhay, backpackers!

Ini kali kedua gue ke Filipin, negara dengan banyak pulau, pantai-pantai dan keunikan wilayahnya masing-masing. Waktu pertama kali ke Filipin sekitar2 tahun lalu, gue ngerasa bersyukur banget! Ya gimana gak bersyukur, sob! Gue dapet 5 kali penerbangan (Jakarta - Manila - Kalibo - Hong Kong - Manila - Jakarta) gak lebih dari 200 rebu rupiah! Iya, beneran cuma seharga travel PP Bandung - Jakarta - Bandung. Murah abis! Ngiri kan lo? Bingung kan lo gue ke Filipin dan negara lainnya pake apa? Pake ojek? Ya kali! Mari gue kasih tau..

Cebu Pacific Air, itu adalah nama maskapai yang menerbangkan gue ke Filipin untuk pertama kalinya. Dan untuk pertama kalinya juga, gue dapet tiket pesawat semurah lu beli mie rebus di warteg (20 mangkok tapi).

Iya, Cebu itu kalo ngasih promo ya gak tanggung-tanggung. Waktu itu, gue dapet promo yang 1 PHP (Philippines Peso) alias cuma 250 perak doang, untuk satu kali penerbangan. Di tambah-tambah dengan pajak yang kecil juga, ya akhirnya gak lebih dari 200 rebu deh tiket untuk 5 kali penerbangan. Edan bangeeeeeeeeeettsss!

Dan jangan lupa, pas gue ke Filipin, gak cuma Manila yang gue sambangi, tapi juga Kalibo dan Boracay. Soalnya Cebu adalah maskapai dengan daya jelajah domestik paling besar di Filipin. Hampir semua tempat wisata yang keren-keren, terjangkau sama maskapai Cebu Pacific. Gak heran, kalo di mana-mana Cebu pasti ada. Gak sulit pokoknya buat keliling Filipin. Dan juga, Cebu ada rute ke negara-negara lain, kayak Hong Kong, Macau, Thailand, Jepang, dan masih banyak lagi. Inget, buat backpacker mah yang penting murah, dan Cebu sering banget ngasih tiket promo murah.

Satu lagi yang unik dari maskapai Cebu Pacific ini adalah, lu pernah gak liat pramugari ngasih games ke penumpangnya? Nah, di Cebu ini, kayaknya emang udah jadi SOP (Standart Operational Procedur) mereka kali yah, tiap flight domestik, mereka selalu kasih games ke para penumpang. Gamesnya juga macem-macem, ada kayak nebak rute Cebu kemana aja, nyari halaman di majalah maskapai, atau yang pernah gue alamin dan paling epic adalah, si pramugarinya minta cepet-cepetan ngeluarin sejumlah nominal uang, dan yang menang bakal dapet marchendise gratis dari mereka! Ah, jangankan ngasih tunjuk uang. Kasih hati ke pramugari Cebu juga gue mah rela. Tsakep-tsakep, sob! *ngiler*
 
dari jauh aja cakep, mba!

Oh iya, tapi jangan khawatir, buat yang gak kebagian marchendise dari games juga, kalian bisa beli marchendise nya langsung ke mbak pramugari. Dan yang pernah gue beli itu adalah bantalan tidur yang ditiup itu, loh. Sumpah berguna banget buat tidur selama di transportasi!
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

30/08/14

Bertemanlah Saat Backpacking, Backpacker!


“So, in Turkey, when Ied Mubarak, every childern get a candy?”

“Yes, and they are very happy when Ied Mubarak come. Very different with Eid Al-Adha, because we not give candy, but a lot of goat. And childern dont like hahaha..”

“Hahaha.. How about German, Martin?”

...

Setelah capek hiking bareng, malam itu, di sofa dapur di sebuah penginapan backpacker di Makigaya, Jepang. Gue bersama pasangan suami istri asal dua negara yang berbeda, berbincang hangat tentang kebiasaan berbulan puasa di masing-masing negara kita. Aida yang berasal dari Turki bercerita banyak tentang makanan yang disediakan ketika lebaran. Sementara Martin yang berasal dari Jerman bercerita tentang waktu puasa yang lebih lama di Eropa Utara, di negara-negara yang pernah dia kunjungi. Malam itu, gue merasakan kembali nikmatnya menjadi backpacker. Bisa bertemu dengan orang baru dan saling bertukar cerita. Membuat pertemanan baru.

Gak kerasa, udah lebih dari 4 tahun sejak pertama ngelakuin perjalanan backpacking gue ke Thailand. Udah banyak banget yang gue dapetin dari backpacking, mulai dari pengalaman, dokumentasi perjalanan, sampai tamparan manis di bandara Bali saat gue berantem sama mantan. Hiks!

Tapi, ada satu hal yang gue suka saat menjadi backpacker, yaitu menambah pertemanan. Secara gak disengaja, gue selalu memasukan “menambah-pertemanan-di setiap-destinasi-yang-didatengin” di daftar wishlist gue ketika gue berpergian.

Kadang, gue selalu malu untuk menyapa seseorang kalo gue lagi ada di kota gue sendiri, Bandung. Rasanya, orang yang gue ajak kenalan bakalan takut kalo gue tetiba nyapa mereka. Contoh ketika gue lagi di sebuah cafe di Bandung, dan ada cewek duduk sendirian di meja sebelah lagi baca buku.

“Hai, apa kabar, nih?” Gue negur cewek itu duluan.

“...” Cewek itu diem aja.

“Kamu lagi baca buku apa?” Gue kembali nanya.

“...” Cewek itu diem lagi. Sekarang dia buang mukanya ke tempat sampah dan pura-pura gak dengerin gue.

“Aku penulis buku, loh.”

“Apaan sih!” Cuma kalimat itu yang dia ucapin, terus dia pindah meja. Meja nya dia gotong sendiri.

Bad luck, Adis!

Susah banget buat kenalan sama orang baru di kota sendiri, padahal gue niatnya cuma pengin nambah temen. Ya syukur-syukur bisa jadi pacar, terus nikah, terus punya anak, punya cucu, terus mati bareng. Oke, ini kejauhan. Tapi, beda banget kalo gue lagi backpacker-an. Contoh, waktu gue ke Phuket, gue kenalan sama dua pemuda Jerman di hostel, dan baru ngobrol 10 menit, kita bertiga langsung cabut ke pub striptis di Phuket Town, nge-beer sambil “nge-susu”. Dan abis itu, kita ketemu lagi di Phi Phi Island, kita bertiga nikmatin sunset di bukit. Romantis abis.


Atau, ketika gue pergi ke Derawan, gue berkenalan dengan Pak Ading, salah satu orang yang dituakan di pulau itu. Selama 5 hari, gue bermalam di rumahnya Pak Ading, gue ikut mancing bareng, gue dimasakin ikan, sampai gue dapet banyak cerita tentang Derawan yang wisatawan lain macem gue pasti gak akan pernah tau cerita itu.

Atau, pas backpacking ke Vietnam, di Cu Chi Tunnels, gue bertemu dengan sepasang suami istri dari Israel. Dan mereka yang membuka mata gue tentang negara Israel yang dikenal kejam. Ternyata, gak semua tentang Israel itu jahat, mereka malu ketika gue bertanya tentang sikap Israel terhadap negara tetangganya. Mereka mengaku salah, tapi mereka bilang bahwa kebanyakan orang Israel tidak mau perang itu terjadi, mereka hanya dipaksa oleh sistem pemerintahan mereka untuk mengikuti wajib militer. Negara jahat. Bukan berarti semua penduduknya jahat. Dan gue dapet banyak cerita dari mereka. Cerita yang gak akan pernah gue dapetin kalo gue pergi ke Cu Chi Tunnels dengan menggunakan travel agent. Berteman dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang bakalan bikin kita lebih bijak, menurut gue.

Pas backpackeran, gue kenalan sama cowok, cewek, anak muda, pasangan suami istri, bapak-bapak, ibu-ibu, semua yang ada di sini, ada yang bilang dangdut tak goyang, bagai sayur tanpa garam.. (Sambil nyanyi kan lo bacanya?) Dan sampai sekarang, gue masih keep contact dengan mereka. Dengan semua teman yang gue temuin di perjalanan.
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...