22/03/15

Tanjung Lesung - Menyelamatkan Kewarasan Sejenak



Sebelumnya, yang gue tau dari Pandeglang, Banten dan sekitarnya itu cuma dua hal. Seni bela diri Debus dan walikota Banten, Ratu Atut yang berkosmetik tebal. Gak ada yang lain. Sampai akhirnya, pekan kemarin, di tengah kesibukan bisnis gue (Cieee.. sok bisnis lu, Dis!)

Ehem..

Sampai akhirnya, pekan kemarin, di tengah kesibukan bisnis gue (Cieee.. sok bisnis lu, Dis!)

Ehem..

Ini apaan banget, sih!

Jadi, akhir pekan kemarin, gue bersama travel blogger, instagramer dan orang-orang media diundang oleh PT Banten West Java Tourism Development (BWJ) selaku anak perusahaan PT Jababeka Tbk yang mengelola Tanjung Lesung dalam acara 'Travel Blogger Visit to Tanjung Lesung' 12-14 Maret 2015, kami berkesempatan untuk mengunjungi Tanjung Lesung dan menikmati pesona alamnya. Buat gue, ini perjalanan yang lumayan bisa ngilangin stress gue sejenak dari kesibukan bisnis. (Cieee.. sok bisnis lu, Dis!)

Ternyata, Tanjung Lesung bukanlah saudara dari Tanjung Puting, apalagi Tanjung Perak. Tepi laut. Siapa suka. Boleh ikut.

Anjis, tulisan gue gak jelas gini.

Okay, kita mulai serius.

Buat kalian yang belum tau, Tanjung Lesung berada di Labuan, Pandeglang. Berjarak 180km, dengan menggunakan Bus dari jakarta, kami hanya memerlukan waktu tidak lebih dari 5 jam saja untuk mencapai sana. 


Begitu sampai di gerbang masuk Tanjung Lesung, kita bakal disambut oleh ratusan pohon-pohon rindang dan sawah-sawah yang luas banget. Rasanya aneh mengingat beberapa jam yang lalu gue masih ada di Ibu kota dengan kesibukannya yang bikin gue tambah stress. (Cieee.. sok stress lu, Dis!)

Ehem..

Sesampainya di Tanjung Lesung Beach Hotel, tempat kita akan menginap 2 malam ke depan, kita disambut oleh`orang-orang bercelana kolor dengan rok daun kelapa, dan mereka bertelanjang dada. Gue sempet bingung ini orang-orang pada kenapa, apa ini tempat rehabilitasi orang yang terganggu kejiwaannya? Apa gue diajak ke sini karena gue sudah terlalu stress dengan kesibukan bisnis gue? (Ciee, sok binis lu, Dis!)

Ternyata nggak, mereka berpakaian seperti itu untuk menyambut kedatngan kita dengan cara menari hula-hula ala Hawaii sembari mengajak kita untuk ikut berdansa. So much fun!


Setelah pegal-pegal karena kelamaan di bus, akhirnya gue masuk ke dalam Tanjung Lesung Beach Hotel. Dengan luas 1500 Hektar, Tanjung Lesung memiliki banyak tempat dan kegiatan yang bisa dieksplor. Apa aja itu? Ntar, gue cerita di postingan berikutnya, yak!
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

23/02/15

Mochamad Takdis: Berawal dari Traveling hingga Jadi Entrepreneur - Tulisan Dari Jesha Vebrattie

Aku yang merem saja :(

Kamu suka jalan-jalan? Hobi traveling? Bagus! Ternyata traveling bisa mendatangkan banyak manfaat bagi diri kita lho, Updaters. Kegiatan ini memang paling ampuh mengusir rasa jenuh. Bahkan bagi sebagian orang, traveling berhasil membuka mata mereka untuk menentukan jalan hidup yang harus mereka pilih. Begitu pula yang dirasakan oleh Mochamad Takdis (@takdos). Beberapa waktu lalu, pria yang akrab dipanggil Adis ini berbagi pengalamannya soal traveling ala backpacker dengan Kampus Update di kafe Whatever Restore, Bandung.


Uniknya, ketertarikan Adis dalam dunia traveling bermula dari insiden ketinggalan pesawat menuju Vietnam. “Trigger gue netapin mau backpacking itu pas gue ke Kalimantan Timur. Tadinya gue pengen ke Vietnam, cuma pesawatnya keburu take off. Akhirnya gue impulsif, beli tiket kemana aja yang paling murah. Waktu itu adanya ke Balikpapan dan naik Garuda, yaudah gue ke situ. ” Alhasil, hari itu juga Adis berangkat menuju Bandara Sepinggan, Balikpapan. Selama 15 hari menjelajahi Kalimantan Timur, Adis telah merasakan bahwa masyarakat di sana tidak seperti yang diberitakan oleh media. Sebaliknya, ia menemukan kearifan lokal yang tidak akan pernah bisa dirasakan di kota-kota besar.

Setiap kali pergi traveling, Adis selalu bertekad untuk membawa pulang sesuatu yang berharga dari perjalanannya. “Traveling itu kan sebenarnya buang-buang duit, yah. Tapi gimana caranya biar lo bisa dapat sesuatu, entah itu berupa materi atau non-materi dari traveling.”  ujar Adis. Setelah bepergian, Adis selalu menyempatkan diri untuk menulis catatan perjalanannya di blog pribadinya, yaitu www.whateverbackpacker.com. Dalam blog tersebut, Adis juga memberikan tips dan trik buat para backpacker yang ingin bepergian dengan budget minim. Mulai dari tips mencari tiket pesawat dengan harga super murah sampai tips untuk menginap di bandara! Dengan gaya tulisan Adis yang konyol dan menghibur, serta informasi seputar backpacking yang anti-mainstream, traffic blog Adis pun terus meningkat. Pada tahun 2013, Adis berkesempatan untuk menerbitkan tulisannya dalam sebuah buku berjudul “Koar-koar Backpacker Gembel”.
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

Apa Yang Kamu Lakukan, Dis? Kamu Travel Blogger Bukan, sih? Kok, Gak Pernah Posting Lagi!!!


Mungkin judul di atas adalah judul tulisan terpanjang yang pernah gue tulis di blog ini. Mungkin, dengan judul yang panjang, bisa menebus kekosongan blog ini dari 2 bulan kemarin (gak juga, sih!). Iya, 2 bulan blog ini gak ada tulisannya. Bahkan, perasaan gue gak pernah buka-buka blog gue sendiri.

Blog yatim piatu. Blog yang ditinggalin “mati” sama penulisnya.

Melihat judul di atas, kalian pasti tau, kenapa gue jarang nulis lagi. Alasannya bisa kalian baca di beberapa postingan sebelum tulisan ini.

Iya, gue sibuk sama urusan bisnis-bisnis-bisnis-dan-bisnis. Bahkan, kesibukan itu gue jadiin tameng dari kemalasan gue untuk menulis. Sekarang, menulis tidak begitu membahagiakan seperti dulu. Entah apa yang terjadi sama diri gue, tapi itu lah kenyataannya.

Tapi, beberapa menit tadi, ada mention yang masuk ke twitter gue. Dari akun @lionychan (yang entah gue gak tau itu siapa) dan akun itu ngetwit:

“#30HariMenulisSuratCinta Hari Ke-24 "Penyumbang Bahagiaku" tmblr.co/ZKvrGq1e2iXsn oleh @Yaraptr untuk @takdos”

Ah, program menulis dari #30HariMenulisSuratCinta ternyata. Dari @Yaraptr untuk @takdos. Tapi tunggu, siapa itu @Yaraptr? Pas gue liat, ava-nya sih cewek. Ok. Terus ada kata “untuk @takdos” di situ. Tunggu lagi, @takdos kan gue, yah? Terus itu program menulis surat cinta. Gue makin bingung. Ada cewek, nulis surat cinta buat gue? Kan gue mah jomblo? Penasaran, gue bukalah link itu dan baca tulisannya..

Penyumbang Bahagiaku


“Teruntuk laki-laki hebat dengan segala usaha dan perjuangannya.
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>

30/12/14

Kata Siapa Travel Blogger Cuma Bisa Nulis?


30 Desember 2014..

Waktu di jam tangan G-shock gue menunjukan pukul 21.16 WIB..

Gue duduk di sebuah café baru di bilangan Jl. Hasanudin, Bandung. Tepat di depan kampus terkenal, Universitas Pasundan Dipatiukur..

Gue duduk di meja paling belakang café itu, dikeriuhan café, gue menjejalkan gendang telinga dengan lagu-lagu mellow melalui headset. Yah, gue pengin cerita sama kalian. Cerita tentang apa yang gue lalui di tahun 2014 ini..

Sebelumnya, gak pernah sama sekali terbayang gue bakal bisa melangkah sejauh ini. Untuk seorang Adis, seorang siswa SD tak berprestasi - SMP tukang diem di rumah - SMA yang terlalu biasa dan seorang mahasiswa gagal, menjadi seperti sekarang itu bagaikan sebuah mimpi. Mimpi yang mengharuskan adanya tamparan di pipi atau guyuran air dingin supaya gue segera bangun.

Setelah menampar pipi sendiri, ternyata ini beneran kenyataan. Pun ini mimpi, gue gak mau bangun. Biarlah gue tertidur dan terus bermimpi. Mimpi yang terlalu indah kalo harus tiba-tiba bangun.

Kembali ke apa yang bakalan gue ceritakan selama setahun ini. Berawal dari seorang backpacker, kemudian menjadi travel blogger, gue udah mengunjungi beberapa tempat di dunia ini dan kemudian menceritakannya. Dari traveling, gue melihat banyak hal, gue belajar banyak hal, dan lama-kelamaan traveling membentuk kepribadian gue. Dari yang awalnya tukang pesimis, menjadi optimis, bahkan cenderung yakin apa yang gue mau pasti bisa didapatkan.

Singkat cerita, setelah berkeliling ke beberapa tempat, dan seringnya gue traveling, gue membuat sebuah brand travel gears sendiri dengan nama Whatever Backpacker. Yes, same as my blog. Dengan membuat brand sendiri, gue menjadi travel blogger pertama yang punya brand travel gears di Indonesia. Dan dari sini semua kisah sebagai entrepreneur gue bermula.

Berawal dari semua ngerjain sendiri, di tahun 2014 Whatever Backpacker menjadi salah satu UKM pilihan Bandung, yang di mana, Whatever Backpacker terpilih sebagai produk unggulan. Karena semakin banyaknya demand (lu bayangin, produk tas #Bandung20L gue sold out dalam waktu 4 jam saja) gue mengajak beberapa teman untuk bekerja bareng gue. Di sinilah awal mulanya gue punya sebuah tim, terdiri dari 5 orang yang mengurus masing-masing bagiannya.
“as a leader, you manage the process and lead people.”

Jadi siapa yang bilang ada di posisi leader itu mudah? Sini berantem sama gue!!
SILAHKAN DIBACA LANJUTANNYA KAKAK >>>
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...