Gairah hidup (Passion) VS Pendidikan (Education)

Gue pernah sempet bingung antara memilih pendidikan formal dan mendapat gelar sarjana atau mengikuti apa yang menjadi gairah hidup gue (passion). Dan yang pada akhirnya gue lebih memilih mengejar passion gue dan meninggalkan pendidikan gue untuk mengejar gelar sarjana.

Dilema, itulah apa yang gue rasakan tentang hal ini. Keluarga khususnya orang tua gue pengen anak laki-lakinya ini memiliki pendidikan formal dan menjadi sarjana. Tapi entahlah, gue merasa kuliah bukanlah tempat yang tepat untuk gue "selami". Gue pengen traveling, gue pengen menjelajah dunia.

I don’t believe education starts and ends in the classroom. Gue gak percaya kalo pendidikan harus dimulai dan diakhiri dibangunan bernama sekolah atau kampus. Menurut gue, pendidikan formal bukan segalanya, pendidikan yang baik harus sesuai dengan apa yang kita mau, harus menjadi sesuatu yang bisa kita adopsi untuk kehidupan kita sendiri.

Picasso sang seniman besar pernah berkata, semua manusia terlahir sebagai seniman. Tinggal bagaimana cara kita untuk mengasah dan mengejar hal tersebut. Yah, semua manusia terlahir sebagai seniman untuk dirinya sendiri, membentuk pribadinya sendiri sesuai dengan apa yang dia mau dan menghasilkan sebuah "karya" pun untuk dirinya sendiri. Karena manusia hidup dengan semangat mengejar apa yang menjadi keinginan besar dia.

My Passion VS My Education
Failing is not a bad thing, it is how to move of from failure, ultimately failing moulds us into the people we are today. Gue sempet ngerasa terjatuh, ragu akan keputusan gue dan merasa bersalah dengan apa yang gue pilih. Tapi apalah gunanya gue terus terjatuh tanpa bangkit dan yakin dengan apa yang gue pilih kemarin. Go ahead, gue bakal terus maju dan yakin dengan passion gue, dan akan menghasilkan sebuah "karya" untuk diri gue sendiri.

Gue adalah guru dari diri gue sendiri, gue adalah sebuah pendidikan yang bisa gue pelajari. Never be afraid to try something new. Remember, amateurs built the ark. Professionals built the Titanic.

18 komentar:

  1. bener banget. ada kala nya kita harus mengikuti apa kata hati kita sendiri tanpa harus mempertimbangkan faktor eksternal yang dapat merubah keyakinan kita. saya rasa anda sudah cukup dewasa dalam mengambil keputusan yang skrg sedang anda jalankan ini, dan saya yakin benar itu bukan keputusan yang mudah, but see?! you can face it!

    congrats! and success for you, mbel :D

    BalasHapus
  2. experience is d best teacher.. tp secara realitasny, hampir kebanyakan org melihat segulung ijazah itu sbg landas buat maju.tanggapan yg ada d benak stiap org yg memerlukan suatu anjakan yg berani utk merubahny.
    untuk melawan arah ini,perlukn suatu keberanian & nekad yg kuat kerna possibilities to get frustrated & down itu besar sekali..
    to get people to believe in you, you must first believe in yourself..
    chaiyok ..

    BalasHapus
  3. ada baiknya kalau keduanya jalan beriringan :)

    BalasHapus
  4. gw jg lg brada d cross road bro.. Setelah trombang ambing di dunia kotak.. Gw lg coba gapai titik terang buat pijakan gw melompat ke dunia yg bulat..

    BalasHapus
  5. Halo semuaaa..apapun yang gue dan kalian pilih sekarang itulah yang terbaik. Gue gak akan pernah nyesel sama keputusan gue, apapun itu dan bagaimanapun nantinya. Karena hanya pecundang yang akan meratapi keputusan yang diambil oleh dirinya sendiri :D cheers..

    BalasHapus
  6. selalu salut ama orang yang berani follow the passion ...!! karna pas lo ikutin passion lo lah lo bener2 idup..
    iia..menyesal cuma sikap pecundang..keris ga ada yag sekali tempa..ya ga..?? (sama2 pembaca Nasional.is.Me kaya nya)

    BalasHapus
  7. WAH BENER PISAN ITU PEMBACA NASIONAL.IS.ME-nya pandji. huahahah...keren bang, bisa sharing mengenai passion nanti kita bang..kapan2 mesti ngobrol bareng nih haha..makasih bang udah banyak baca-baca blog nista ini hehe..

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  9. salam kenal ya..saya ari...
    saya salut dengan keberanian kamu mengambil pilihan2 dalam hidup..
    mw tanya ni..,untuk menggembel..km terinspirasi dari mana?

    BalasHapus
  10. @ari : makasih commentnya, nah itu dia. panjang banget kalo dijelasin disini. nanti saya tulis di postingan aja yah, banyak juga yang nanya soalnya hehe..nanti pasti diposting secepatnya :D

    BalasHapus
  11. mbel, cuti aja 2 semester di perkuliahan. keliling asia n negara yg mudah dpt VISA nya, lalu go travelling.

    setelah itu, lanjut kuliah lg sambil perluas relasi n talk show promosi buku2 kamu hasil travelling sblmnya

    setelah dpt gelar sarjana, baru deh travel ke negara yg skr bisa kamu datengin krn dapet VISA itu tidak mudah buat "backpacker"

    BalasHapus
  12. iya broh ini juga kayanya cuti. dan nanti nerusin lagi hehe..

    BalasHapus
  13. tulisan ini uda setun yang lalu.. tapi kagak napa napa lah.

    Sukses buat pilihannya.. ada satu quote buat elu bang..
    tujuan kehidupan bukanlah apa yang dilakukan kebanyakan orang, tetapi hidup sesuai hukum batin yang kau pahami dalam dirimu sendiri. Jangan bertindak bertentangan dengan nurani atau kebenaran. Hiduplah seperti ini, maka kau akan memenuhi tugas kehidupanmu. -Marcus Aurelius-

    salam kenal.. dari calon backpacker yang jadi pengen backpacking gara-gara baca posting di blog ini sambil memberi pendidikan kepada anak-anak di pelosok negeri. Berhobi sambil menebar manfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaah, sukses selalu yah. Semoga dapat memberikan pendidikan ke pelosok negeri ini. Semangat!

      Hapus