Gunung Tambora #4 (Summit Attack !!)


Hello, Guys !!

Entah kenapa sekarang gue lagi doyan banget nulis, bulan Januari belum kelar aja tulisan gue di blog udah ada 5, dan 6 dengan postingan ini. Entah karena gue lagi hobi nge-bacot apa gue lagi seneng share tentang diri gue dan pengalaman traveling gue. Pokoknya nulis sudah seperti kesenangan gue sendiri. Gue seneng denger suara keyboard yang diketik, gue seneng lihat monitor LCD gue, dan gue seneng sama pembaca-pembaca blog gue yang tetep baca tulisan absurd ini. hehe..

So, melanjutkan cerita gue di Gunung Tambora yang gue janjikan sebelumnya. Perjalanan dari pos 3 menuju pos 4 yang menyiksa sudah gue lewati dengan sehat walafiat, walaupun dibumbui dengan beberapa hal mistis selama perjalanan.

Setelah beristirahat di pos 4, kita ber-enam melanjutkan perjalanan menuju pos 5, atau pos terakhir sebelum mencapai puncak. Perjalanan menuju pos 5 tidak terlalu berat seperti pos-pos sebelumnya, tidak juga ada halangan yang berarti. Hanya beberapa dahan pohon yang tumbang dan jalanan yang agak sedikit curam.

Dua jam waktu yang diperlukan untuk mencapai pos 5 dari pos 4. Menuju pos 5, udara sudah semakin hangat dan matahari sudah mulai nampak. Kita ketinggalan menyaksikan sunrise di puncak Tambora.

Pos 5 ini adalah sebuah lahan yang cukup luas, gak sedikit pendaki yang mendirikan tenda di pos 5 untuk beristirahat, selain memang tanah datarnya yang lumayan luas, di pos 5 juga terdapat sungai kecil yang bisa diminum airnya. Tapi konon, menurut Bang Wawan, pos 5 inilah yang paling angker.

Menurut Bang Wawan, disinilah portal antara dunia manusia dengan dunia makhluk halus. Aura di pos 5 ini pun memang agak nyeremin, tempatnya yang diselimuti beberapa pohon pinus dan bambu, membuat pos 5 semakin angker. Pernah ada seorang pemburu yang meninggal di pos ini karena tertembak senapannya sendiri, entahlah karena apa, tetapi memang aura-nya gak enak banget. Beda sama Aura Kasih yang enak banget. Slurrrpp...

Hutan Pohon Pinus

Gak lama kita beristirahat di pos 5, karena memang belum terlalu capek. Akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan menuju puncak, perjalanan dari pos 5 menuju puncak, gue sudah berasa gak kaya di hutan lagi, hamparan luas tanah vulkanik berwarna hitam yang dihiasi rerumputan membuat pandangan kembali segar. 360 derajat yang gue lihat adalah pemandangan yang spektakuler. Puncak Gunung Rinjani dan Pulau Satonda nampak jelas terlihat dari ketinggian Gunung Tambora.

look like NZ

Beristirahat sejenak di pos bayangan, Bang Diki yang sedari tadi meringis nahan sakit perut akhirnya mengeluarkan isi perutnya diantara semak-semak belukar. Dia boker a la tentara, Man !! Salute !! Mendadak gue berpikir kalau bisnis toilet umum disini tentu sangat cocok. Mengakomodir Genderewo yang kebelet pipis, atau Kuntilanak yang kepengen ganti softek. *dicekek kunti*

Karena saat gue muncak adalah bertepatan dengan Idul Adha, sepanjang waktu beristirahat gue dan Mang Daung selalu mengumandangkan takbir, sementara Bang Wawan mencari lapak kosong untuk salat Ied. Sungguh pengalaman yang luar biasa, bisa berada di ketinggian lebih dari 2,000 mpdl saat Idul Adha. Untung gue gak gelap mata buat nyembelih Mang Daung yang memang mirip kambing !!

Puncak sudah mulai nampak dipelupuk mata, tapi rintangan terakhir yang harus gue lalui adalah bentangan pasir vulkanik luas yang membentuk seperti ngarai kecil. Entahlah apa itu ngarai ?? Gue aja gak tahu !! Yang penting keliatan keren aja gue nulis "ngarai". MUAHAHAHA.. Selain hamparan luas berwarna hitam, ada sesuatu yang membuat gue sumgringah, untuk pertama kalinya gue lihat bunga edelweiss, bunga abadi di puncak gunung !!

Bunga Edelweiss, Bunga Abadi :)

Sebelum mencapai puncak, kita disuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan. Yah, sebuah kawah besar menganga lebar di depan gue sekarang !! Kawah Tambora yang terkenal, membentuk lingkaran berdiameter ratusan meter, saksi bisu dari letusan dahsyat Gunung Tambora pada tahun 1815. Apapun yang bisa gue tulis disini, gak akan bisa mewakili pemandangan apa yang gue lihat. A-M-A-Z-I-N-G !!!


Gue yang sudah berada di kawah Tambora, dan tinggal beberapa kilometer lagi dari puncak, sangat sangat kelelahan. Gue capek setengah mati !! Disini pun kejadian aneh terjadi lagi, pada saat sedang menikmati indahnya Kawah Tambora, Kak Nora yang melihat Mang Daung yang memang kelebihan insulin otak, dengan semangat 45 mengambil bendera Indonesia di dalam tas yang Kak Nora bawa. Lalu berlari-lari girang meninggalkan kita berlima menuju puncak. Mang Daung lari seorang diri menuju puncak !!

Saat gue minta bendera Indonesia buat foto-foto ke Kak Nora, dengan wajah polos Kak Nora bilang, kalau bendera-nya sudah dibawa Mang Daung ke puncak. Gue yang sedari tadi foto-foto bareng Bang Diki dan Bang Wawan sama-sama melongo. "Hah ?? Mang Daung ke puncak bawa bendera ??" Padahal saat itu, Mang Daung sedang berada di dekat kami, Dia sedang baringan menikmati hawa dingin puncak Tambora dengan khusyu. Lalu siapa yang Kak Nora lihat membawa bendera dan berlari menuju puncak ?? Entahlah, Allahualam.. Mungkin itu lagi-lagi jelmaan Mak Erot !! Gue, cuma senyum mesem (lagi).

Tanjakan terakhir sebelum puncak

Badan yang sudah sempoyongan ditambah perut yang lapar membuat perjalanan gue semakin berat, entahlah hanya gue aja yang kelelahan atau yang lain juga kelelahan. Melangkahkan kaki satu jengkal saja menjadi sangat begitu sulit buat gue, kaki yang berat, pandangan yang kabur, dan ritme nafas yang gak beraturan membuat gue agak putus asa melanjutkan perjalanan menuju puncak, yang sudah nampak jelas di depan mata !!

Ternyata, menurut Bang Wawan yang cuma tersenyum melihat gue kelelahan. Gue tengah diikuti oleh seekor anjing besar berwarna hitam. Entahlah itu jenis anjing apa, yang pasti anjing itu memang gak kasat mata, alias anjing hantu. Kasian dia, sudah anjing, jadi setan pula. Gue melipir kenceng lari ke puncak karena takut.

INDONESIA !!

And Finally, setelah melewati gundukan bukit kecil, akhirnya gue bisa melihat bendera Indonesia yang sedang berkibar indah di puncak Tambora !! Yups, dengan sukses-nya gue sudah berada di ketinggian 2,851 mdpl sekarang. Kelelahan hebat dan berbagai rintangan yang gue lewati selama perjalanan, terhapus semua saat gue berada di Puncak Tambora !! Merasakan menghirup udara segar dari ketinggian 2,851 mdpl membuat tubuh gue bergetar. Kepuasan mendaki gunung adalah ketika lo sudah berada di puncak, melihat pemandangan spektakuler di bawah lo, dan mengibarkan Bendera Indonesia tanda lo sudah berhasil menaklukan gunung tertinggi di Sumbawa, Tambora !!

Pengalaman dan orang-orang yang gak akan pernah gue lupain :D

Butuh waktu 2 hari untuk gue mencapai puncak, tapi setelah di atas, gue cuma berada di puncak selama 8 menit karena badai yang sudah mulai nampak akan muncul. Bayangkan, gue harus jalan selama 2 hari untuk sebuah tempat yang gue diami selama 8 menit !! "Bodoh tapi senang" itulah yang Mbak Sophie bilang untuk para pendaki gunung !! Bodoh karena kita rela bersakit-sakit menuju puncak, dan senang karena dari bersakit-sakit tersebut kita bisa mendapatkan banyak pembelajaran. Pembelajaran yang tentunya membuat gue semakin cinta dengan negeri hijau bernama, INDONESIA !!

Walking into the sky !!


Melangkahlah, melangkahlah sejauh kau bisa. Lihatlah keindahan Indonesia, Sebuah negeri yang pantas disebut surga !! - adis


11 komentar:

  1. perjalanan yg asyikkkkkk

    BalasHapus
  2. j☻hanE§ Îwan g☺es tö,.: hayuk om !! bayarin ane tapi yah haha

    BalasHapus
  3. kalau orang lain bilang Indonesia negara antah berantah, mereka salah. karena negeri ini punya banyak hal yang takkan pernah dimiliki oleh negara manapun.. :)

    BalasHapus
  4. pemandangannya bagus ya. Sumpah deh kepengen banget kesana bro!

    BalasHapus
  5. diss,,nasib bendera yang dibawa kabur jelmaan mak erot itu gmn? dimana ketemunya?

    BalasHapus