#2 Siem Reap - Apa Yang Bisa Lo Lakuin di Siem Reap

"Kamboja adalah negara miskin, mungkin negara paling miskin di Asia Tenggara.."

Seorang lelaki berperawakan kecil dengan sebelah tangannya yang cacat tetiba berbicara dengan bahasa Inggrisnya yang sedikit terbata-bata, seakan menjawab kebengongan gue ketika untuk pertama kalinya gue masuk ke negara Kamboja melalui jalur darat dari Thailand, melalui jalur perbatasan Poipet.

Gimana gak bengong. untuk pertama kalinya gue lihat kantor imigrasi yang bangunannya terbuat dari triplek !! Iya, bener, triplek yang kaya di warteg-warteg. Bukan cuma itu, di dalam bangunannya pun sangat sempit dan gak ada AC sama sekali !! Yang ada cuma kipas angin doang, itu pun gak nyala. Dan yang paling aneh dari yang aneh adalah, ternyata di dalam bangunannya tumbuh sebuah pohon besar yang menjalar ke atap. Entahlah, gue bingung mau nyebut ini imigrasi apa.... Ah, sudahlah..  #pfftt
 
di dalem imigrasi ada pohon lah :))))

Menurut gue, sebuah bangunan imigrasi adalah cerminan sebuah negara. Kenapa? Karena imigrasi bagaikan pintu gerbang negara tersebut. Tapi setelah gue lihat sekeliling imigrasi, yah gue agak maklum sih. Jalanan berdebu, bangunan kumuh, para pengemis yang jauh dari kata makmur, sampai serakan sampah yang bertebaran dimana-mana semakin memperjelas bagaimana muka dari negara Kamboja ini.

Namun anehnya, diantara kekumuhan tersebut, berdiri beberapa bangunan megah, malah super megah menurut gue. Yah, ada beberapa hotel bintang 5 dan kasino-kasino yang berdiri kokoh diperbatasan antara Kamboja dan Thailand tersebut. Masyarakat sana sih bilangnya, kenapa kasino banyak dibangun diperbatasan adalah untuk menghindari pajak negara. Pintar !! (maksud gue kasino tempat judi yah, bukan kasino Warkop DKI) #yakalii

Ok, mari kita skip perjalanan gue dari imigrasi hingga menuju kota Siem Reap, karena itu akan ada di buku gue yang kedua tentang perjalanan gue keliling Asia Tenggara bareng pacar. #TravelinLoveSEA #promositerselubung

Jadi, apa yang bisa kita lakukan di Siem Reap ?? Banyak banget !! Apalagi mau bikin dosa, disini tempatnya !! Etapi nggak gitu juga deng.. Siem Reap adalah kota yang jauh dari kata membosankan, seenggaknya dari subuh sampai ketemu subuh, banyak banget kegiatan yang bisa lo lakuin. Mari gue uraikan, apa saja yang bisa lo lakuin mulai dari gelapnya subuh sampai gelapnya malam di kota tempat Charlie Chapline pernah berlibur ini.

Subuh

Sunrise at Angkor Wat

Dari matahari belum nongol, lo udah bisa beraktifitas di kota Siem Reap. "Aktifitas apa memang yang bisa kita lakuin subuh-subuh, dis? Maling kutang? Apa koprol tengah jalan?" Eits, tenang dulu, di Siem Reap, kalian bisa pergi ke komplek candi Angkor Wat dan melihat sunrise disana. Merasakan sunrise dengan latar belakang bangunan candi maha megah Angkor Wat akan membuat kalian melongo takjub !! Setelah melihat sunrise, kalian bisa melakukan tour keliling candi yang konon adalah komplek candi terbesar di Asia Tenggara ini, maka jangan heran kalo kalian harus mengalokasikan waktu seenggaknya hingga tengah hari untuk menjelajahi semua candi-candi di Angkor Wat. Untuk detail ceritanya, akan gue uraikan dipostingan berikutnya khusus tentang Angkor Wat. Otreeeeh~

Siang


Karena meng-explore semua komplek candi Angkor Wat memakan waktu yang lama, bahkan hingga siang hari, maka saat kalian kembali ke kota (FYI, Angkor Wat berada di pinggiran kota Siem Reap) maka gue anjurkan kalian buat nyewa sepeda untuk keliling kota. Siem Reap ini sebenarnya kota yang kecil, kalau kalian kuat sih, jalan kaki juga udah cukup buat keliling di dalam kota Siem Reap, tapi gue saranin sewa aja sepeda biar kalian gak terlalu capek. Selain sewa sepeda, biasanya para turis juga menyewa tuk-tuk untuk keliling kota. Tapi kalo kalian kelebihan duit di dompet, kalian bisa nyewa jet pribadi. Yah terserah lo pade deh pokoknya.

Bersepeda mengelilingi kota Siem Reap sangat menyenangkan, banyak sekali tempat keceh yang bisa lo datengin. Karena waktu itu gue nginep di kawasan selatan Siem Reap, tepatnya di Sivatha Boulevard Rd. maka gue explore dulu lah tempat-tempat keren yang ada dibagian bawah kota Siem Reap.

Lo bisa berkunjung melihat wat-wat (kuil, pagoda) kecil yang banyak bertebaran di Siem Reap, seperti ; Wat Damnak, Wat Bo, Wat Preah Prom Rath, dan masih banyak lagi. Selain itu, dibagian selatan ini lo bisa juga berkunjung ke tempat penangkaran buaya yang terletak didekat Krom Mountain. Dan juga apabila lo bosan ngeliat kuil terus karena udah ke Angkor Wat, lo bisa main ke kawasan Chas Market, mungkin sambil belanja oleh-oleh disana buat gue.

Foto beberapa Wat yang ada di Siem Reap

Setelah puas di bagian selatan, lo bisa melanjutkan bersepada kearah utara, disana pun gak kalah banyak wat-wat kecil yang keren dan wajib dikunjungi. Taman kota pun bisa jadi alternatif buat lo berlibur, di Siem Reap banyak sekali bertebaran taman kota, yah hampir mirip Vietnam lah yah, cuma taman kota di Siem Reap ini ukurannya lebih kecil.

Kalo gue waktu itu sih sempet nyari restoran-restoran halal di Siem reap. Karena pacar gue ini muslim yang baik dan gak mau makan makanan haram kecuali babi panggang, akhirnya kita berhasil menemukan dua buah restoran halal yang terletak di daerah central market. yah agak masuk-masuk lagi sih ke dalem, tapi tenang, gak susah kok buat nemuin restoran muslim ini, kalian tinggal tanya aja restoran muslim Haji Musa, pasti semua orang Siem Reap tau letaknya.

Muslim family Restaurant ini milik salah satu pemuka agama muslim di Siem Reap, Haji Musa namanya. Saat gue makan siang disana, gue banyak ngobrol sama salah satu karyawan Haji Musa, seorang lelaki seumuran gue, sebut saja namanya Mawar (Soalnya gue lupa nama doi siapa) Nah, menu paling spesial di restoran muslim ini adalah "daging lembu naik bukit." Entah apa motivasi si Haji Musa ngasih nama makanan seperti itu, gue sih gak nyoba, soalnya harga makanannya mahal banget, 6 USD seporsi, Man !! Mahal banget !!
 

Tapi uniknya, menu makanan disini semua menggunakan bahasa melayu, bahkan ada beberapa menu yang sangat familiar di telinga kita, seperti sop ayam, sambal, nasi goreng, dan masih banyak lagi. Keren kan? Disaat lo banyak ngeliat tulisan bahasa Khmer yang kaya cacing, tiba-tiba lo liat tulisan bahasa Indonesia.

Waktu itu, kita mesen nasi ayam merah, hampir sama dengan ayam balado sih menurut gue, tapi yang ngebedain, ayam-nya ini berukuran jumbo. Entahlah, di Thailand dan Kamboja, ukuran ayam mereka bisa dua kali lipat dari ukuran ayam di Indonesia, maka dari itu, kalo kalian mesen makanan, mending mesen satu porsi aja dulu, dan dibagi dua, selain hemat kalian juga bakal tetep kekenyangan.
 
Gue dan Mawar :|

Sambil makan siang, kita banyak ngobrol sama si Mawar, dia curhat tentang kehidupannya yang ironis, mirip di sinetron-sinetron striping. Kasiahan dia. Ditinggal kekasihnya karena kekasihnya lebih memilih pria yang lebih mapan dari dia. *puk puk Mawar.* (cerita seru tentang si Mawar ini akan gue tulis nanti di buku #TravelinLoveSEA gue) #promo #teteup

Oh iya, karena Haji Musa tau kita cuma 2 anak muda keceh dan berasal dari Indonesia, beliau juga ngasih kita diskon 2 USD dan gratis minum es teh sepuasnya. HAHAHA~

Setelah berpamitan dengan Haji Musa dan Mawar, gue bareng pacar melanjutkan bersepeda ke bagian atas kota, kita mengunjungi Madam Sachiko Angkor Cookies, ini adalah tempat yang patut lo kunjungi. Madam Sachiko adalah seorang Jepang yang sudah lama menetap di Siem Reap, lalu dia membangun sebuah souvenir shop untuk para turis, yang dijual tentunya bukan ban dalem becak, tapi cookies unik dan enak berbentuk candi Angkor Wat. Disini juga lo bisa makan gratis !! Karena gue backpacker gembel, maka gue jarang banget punya rasa malu. Dengan membabi buta, gue makan semua cookies untuk tester yang disediakan si Madam Sachiko, cookiesnya enak banget !! Ada rasa original, cappucino, milk, fruit sampai rasa lada hitam. Wow !!
 
Angkor cookies Madam Sachiko

Salah satu kuliner yang gak boleh dilewatkan juga di Madam Sachiko ini adalah Manggo dessert !! Yah walaupun agak mahal, tapi worth it lah sama rasa dan kesegarannya, apalagi dimakan pas abis capek sepedahan diteriknya matahari Siem Reap. Maknyooos~
 
Manggo dessert. yummy~

Gila capek banget yah, dibayar aja kaga gue nulis beginian.. #hufftt

Lanjut lagi yah..

Salah satu yang harus dikunjungi lagi saat berkunjung di Siem Reap menurut gue adalah, coba lo main-main ke kawasan sekolah dasar disana dan berbaur main permainan tradisional bareng bocah-bocah SD saat mereka istirahat. Gile fun banget !! Karena basic-nya, Siem Reap adalah kota yang sangat ramah, bahkan kepada pendatang seperti gue. Jangan heran kalo pas lagi jalan tiba-tiba kalian dilempari banyak senyuman oleh para warga Siem Reap. Ini adalah salahsatu yang menjadi alasan gue menilai Siem Reap adalah kota yang wajib dikunjungi di Asia tenggara. Keramahtamahan itu gratis, namun akan menjadi sesuatu yang mahal ketika lo mendapatkannya, apalagi dari orang yang gak lo kenal.
 
Anak-anak Siem Reap :)

Malam
 
Pub Street

This is party time !! Gak usah takut mati gaya di kota Siem Reap, malam hari di Siem Reap begitu hidup. Saat menjelang malam, akan banyak para penjual makanan yang berjejer di sepanjang jalan central market dan jalanan Siem Reap. Pun, begitu dengan bar-bar dan restoran yang terdapat di pub street, mereka akan lebih menyemarakkan malam di Siem Reap.

Kuliner malam? Tenang, Siem Reap adalah kota yang bakal bikin perut lo kenyang setengah mampus, tapi gak bikin kantong lo bolong. Terdapat  banyak street food yang bisa lo coba disana, seperti Amok (makanan khas Khmer, seperti gule), Khmer Barbeque, dll. Harganya pun relatif murah. Untuk sekali makan di street food, lo cuma butuh uang 1 USD sampai 2 USD, dan itu udah enak + kenyang !!
 
Khmer BBQ
Beef Amok

Untuk ekstrim kulinernya, Siem Reap mempunyai menu yang terbuat dari daging buaya, seperti Amok Buaya, steak buaya, hingga burger buaya. Karena seperti apa yang gue bilang diatas, Siem Reap ini memiliki penangkaran buaya, dan buaya itu menjadi komoditi yang cukup menguntungkan disini, jadi jangan heran kalau banyak toko tas, dompet, jaket yang terbuat dari kulit buaya. dan dagingnya menjadi makanan unik khas Siem Reap.
 
Crocodile burger !!

Alternatif kuliner keceh lainnya adalah Happy Herb Pizza !! Apaan tuh, dis?

Ckckck.. Happy Herb Pizza itu adalah Pizza ganja, guys !! Kenapa? Heran ada Pizza Ganja?

Lo gak salah baca kok, beneran ini Pizza ganja..

Keren kan? di Kamboja, lo bisa makan ganja dan ngisep opium yang tersedia dibeberapa cafe. Pas, gue tanya ke pelayannya tentang ganja ini, memang benar ganja dan opium itu ilegal juga disini, tapi mungkin karena dari jaman dulu masyarakat Kamboja sudah terbiasa dengan ganja dan opium, maka bahan-bahan itu sudah dianggap "lumrah" saja disini. Yuhuuuuuu~ pestaaaaa~ yomaaaaaaan~
 
Pizza ganja !!

Puas dengan kuliner malam hari, lo bisa nongkrong-nongkrong cantik di cafe-cafe yang bertebaran di pub street sambil nge-beer sampai subuh. FYI, harga beer disini lebih murah dari air mineral botolan, cuma 30 cent doang !! Satu lagi alasan buat gue pindah rumah ke Siem Reap. HAHAHA..

Sambil nge-beer cantik, lo bisa menyaksiakan pertunjukan Apsara dance, ini adalah tarian tradisional khas Kamboja yang sayang banget kalo lo lewatin. banyak restoran dan cafe yang menyelenggarakan Apsara Dance setiap malamnya dengan gratis, daripada harus sengaja nonton pertunjukan ini disebuah gedung pertunjukan dan bayar 20 USD, kan? Hoho..
 
Apsara dance

"Nah, kalo gue gak suka sama keramaian dan hingar bingar kaya gitu, gue harus kemana, dis?"

Tenang kawan, gue ini explorer sejati, jadi, buat lo yang gak suka hingar bingar, lo bisa main ke Siem Reap River, disana lo bisa menikmati keindahan sungai Siem reap dimalam hari dengan hiasan lampunya yang berwarna-warni. Ah, pokoknya keren deh !! Apalagi sambil pacaran disana, serasa dunia milik berdua banget, yang lain ngekost !!

Siem Reap River

Yaudah, kayanya begitu aja dulu yah..

Kelanjutan ceritanya yang lebih detail dan keceh akan gue tuangkan didalam buku gue yang kedua nanti tentang #TravelinLoveSEA hoho..

Intinya, lupakan kuliah, traveling lebih keceh~

HUAHAHAHAHHAHAHAHAHA...

14 komentar:

  1. ANJEEER KESIMPULAN BAWAHNYA HAHAHAAHAHAHAHAHHA *tehmanismuncrat
    jadi galau, nerus kuliah ato ngegembel aja yaaa~~ wkwkwkwkkw

    BalasHapus
  2. @Bangkit : MUAHAHHAHAHAHA~ kuliah lah broh, kejar mimpi lo kuliah di ITB, pindah ke Bandung lu, kan nanti bisa ketemuan kitah haha

    BalasHapus
  3. thanks dis infonya, mudaha2an 30 juni jadi..

    BalasHapus
  4. hey, kayak amsterdaym bisa pakai ganja freely! haha... gue aritu sudah ada di route bangkok, pikir mau ke route cambodia tapi ngak bisa. Wang udah kritis low and karcis keretaapi pulang ke m'sia enggak ada direct, harus train ride ka hadyai lagi cross border pakai bis.

    Jadi, in future, i would certainly try that weed pizza! Kata lo betul, banyak teman2 backpack gue complain kok, makanan di cambodia lagi mahal. lagi2 makanan halal. Bisa kurus kok! hahahaha..... bisa praktis diet sebelum ke cambodia! survivalll..haha

    BalasHapus
  5. @arip : wohoooooooo~ titip ganja sekilo yah hahaha :))

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. @Bang Rayyan : hahaha.. yeah like amsterdam !! yah harus coba itu pizza ganja bang, tapi cobanya satu aja biar tak headache hahaha..

    tak mahal bang, disana pakai US Dollar, mungkin itu yang nampak mahal, makan di street food pun cuma 1 - 2 USD semacam nasi goreng. hehe..

    Must try cambodia !!

    BalasHapus
  8. @komu : eh mister bule? waaaah~ Ho Chi Minh cantik-cantik yah ceweknya hehehe.. kalau ada yang mau ditanyakan boleh langsung mention ke twitter saya mister @takdos :D

    BalasHapus
  9. siap-siap berburu burger daging buaya bulan Juli... hahaha...
    Belum kesebut berapa harga dessert mango nya. Berapa duit, Dis?

    BalasHapus
  10. @halim_san : lupa euy harga pastinya brp, tapi ga lebih dari 3 USD kok, yah antara 2-3 USD lah

    BalasHapus
  11. wuaaah ajaib pengalamannya. yg desain blognya siapa yah

    BalasHapus
  12. wahh ternyata kamboja juga rekomend banget ya buat liburan, udah gitu penduduknya ramah tamah pula.

    BalasHapus