#3 Keterkaitan Antara Kuliner Aceh dan Suara Serak Cakra Khan


Selain backpacker-an, makan adalah hobi gue. Saking hobinya makan, gue hampir tiap hari ngelakuin itu. Gak tau deh orang lain gitu juga apa nggak. Nah, bila dua hal itu disatukan, antara backpacking dan makan, maka akan terjadi sebuah sinkronisasi dasar kejadian alam yang akan membuat sebagian besar umat manusia di dunia ini merasakan betapa indahnya sebuah linguditas populer yang terangkai dalam suatu gelombang longitudinal mutualisme lidah dan perut. Ngerti bahasa gue? Nggak? Sama gue juga gak ngerti.Wan Wan Emoticons 25Wan Wan Emoticons 25

Yah, intinya adalah ini cerita gue pas makan-makan enyaaaaak di Aceh. Muehehehe.. 

Gulai Kambing Aceh
 
beuuuuuh~

Apa yang lebih menarik dari sebuah tempat dengan kekayaan rempah-rempahnya yang berlimpah? Bukan… bukan… bukan, cewek Aceh yang terkenal cantik kearab-araban itu kok. Jangan mesum mulu sih pikirannya.

Aceh, dengan kekayaan rempah-rempahnya yang berlimpah, memiliki banyak kuliner dengan bumbu-bumbu khas yang bikin air liur kita netes terus. Salah satunya adalah, Gulai Kambing Aceh. Jadi apa yang membedakan antara gulai kambing Aceh dengan gulai kambing dari daerah lain? Gue juga gak tau.Wan Wan Emoticons 41

Bohong deng.

Jadi, pas pertama nyampe ke Aceh, gue langsung diajak makan siang sama Pak-Supir-yang-mengendari-kuda-supaya-baik-jalannya. Kita dibawa ke tempat makan paling nge-hits di Aceh, katanya sik. Pak supir yang gue lupa namanya, membawa kita ke "Rumah Makan Gulai Kambing Ridha Ilahi." Gila, man! Pertama gue dateng ke tempat ini, gue melihat sekelebat cahaya-cahaya putih di nirwana, Ridha Ilahi, gitu! Setdah, makan kambing aja di-ridhai sama Ilahi, man. Gue yakin nih gue bakalan masuk sorga abis makan gulai kambing ini.

Asalamualaikum~

Apa yang membedakan gulai kambing Aceh dengan gulai kambing yang lain? Gulai kambing Aceh rasanya lebih manis dan gurih dibanding gulai kambing lain yang pernah gue coba di beberapa daerah. Begitupun, dengan bumbunya yang lebih kental, membuat perpaduan antara bumbu dan daging kambing empuk, menjadikan gulai kambing Aceh adalah salah satu kuliner terdahsyat yang pernah gue coba. Tapi biasa aja deng.Onion Head Fanmade Emoticons 17

Entah karena lapar atau doyan, gak ada lagi daging kambing yang nempel di tulangnya. Ludes gue gerogotin. Kenapa daging kambing di Aceh ini bisa empuk banget? Mungkin semasa hidupnya kambing ini adalah kambing yang syariah. Ridha Ilahi, gitu!

sluuurp~

Dua hal lagi yang membuat gulai kambing ini menjadi lebih istimewa daripada gulai kambing lainnya. Selain dibuat langsung dengan jumlah yang banyak, gulai kambing ini pun dimasak dengan menggunakan tungku dan kayu bakar. Sehingga cita rasa tradisionalnya tetap terjaga. Gak deng, gue boong. Pake LPG 3 kilo kok.


Satu lagi yang membuat gulai kambing ini sedap adalah, sambal yang dipakai berbeda dari sambal biasa. Di sini, sambal gulai kambing terdiri dari potongan cabai rawit, irisan bawang merah, dan potongan kecil daging kambing bakar yang rasanya cenderung asin, semakin membuat gulai kambing khas Aceh semacam makanan yang bisa bikin ketagihan. Enak parah, gak ada obat!

Namun setelah selesai makan dan liat harga dari Gulai Kambing Ridha Ilahi ini, gue jadi gak ridha ngeluarin duit buat bayar. MAHAL BANGET! Hutang Indonesia juga gak akan mampu nutupin harga gulai kambing ini, kali. Tapi untung waktu itu trip gue dibayarin sama kementrian pariwisata. Muehehehe~Yoyo & Cici Emoticons 15Yoyo & Cici Emoticons 15


Susahnya Nyari Ayam Tangkap

Ada yang liat ayamnya?

Makanan adalah salah satu faktor yang menarik gue untuk berkunjung ke suatu tempat. Dan katanya, belum ke Aceh kalau belum nyoba makan Ayam Tangkap. Jadi, walaupun lu udah ke Sabang, Pantai Iboih, Masjid Agung Baiturrahman, dan tempat-tempat lain di Aceh, tapi belum pernah makan ayam tangkap, berarti lu belum ke Aceh. Ribet, yah!!??Onion Head Emoticons 11

So, apa itu Ayam Tangkap? Apa kita harus nangkap ayamnya dulu sebelum dimakan? Atau kita makan sambil ditangkap ayam? Apa kalo kita makan ayam ini kita akan ditangkap polisi dan dijebloskan ke dalam penjara selama 20 tahun dan satu sel dengan Sumanto? Semua masih misteri sebelum sebuah piring besar dengan makanan diatasnya disajikan ke meja gue. Ribet yah tulisan gue. Bodo ah, yuk cus~

Awalnya, gue kira ini lalaban khas Aceh, karena si abang ngasih sepiring dedaunan yang digoreng kering. Penuh banget. Mungkin dia ngira gue kambing atau semacamnya. Tapi setelah dilihat-lihat secara seksama, ada banyak potongan ayam kecil di dalam dedaunan itu.

finally, i found you~

Ayam Tangkap Aceh memang terkenal sebagai kuliner yang mantap. Ayam tangkap sebenarnya hanya ayam kampung yang dibumbui oleh bawang putih, lada, kemiri, garam, dan jahe. Setelah dibumbui, ayam akan digoreng selama 5-10 menit, dan pada saat bersamaan akan dimasukkan juga potongan daun pandan, daun kari dan daun salam koja. Rasa dari dedaunan yang meresap ke daging ayam inilah yang membuat Ayam Tangkap Aceh ini begitu istimewa.

Cara penyajiannya pun unik. Dedaunan yang digoreng kering, akan diletakkan di atas potongan-potongan daging ayam tersebut hingga si ayam terkubur lalu di solawatkan. Selain sebagai penghias makanan, dedaunan ini juga bisa dimakan sebagai lalaban kering. Beuh! Ngiler lah pokoknya.Onion Head Emoticons 25

Selain itu, karena dedaunan yang diletakkan secara acak  di piring dan nampak seperti semerawut, Ayam Tangkap Aceh pun sering disebut sebagai Ayam Tsunami.


Kopi Adalah Aceh dan Aceh Adalah Kopi


Dahulu, kopi ditemukan oleh bangsa Etiopia yang tinggal di Cibodas, Lembang. Bukan deng, di Afrika. Dan kopi, di Etiopia digunakan sebagai suplemen penambah tenaga yang dicampur dengan lemak hewan ataupun anggur, karena dapat dipercaya sebagai penambah protein dan energi tubuh.

Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab, Qahwah, yang berarti kekuatan. Kemudian, kata Qahwah diadaptasi ke dalam bahasa Turki menjadi Kahfeh. Yang kemudian dibawa oleh bangsa-bangsa Eropa, terutama Belanda, dan berubah nama menjadi koffie, kata yang banyak disadur ke berbagai bahasa di dunia, seperti ; Coffee (Inggris), Kaffe (Jerman), Kopi (Indonesia) dan Iwan Fals menyebutnya, "BONGKAR!" tele, yah! HeyHeyPig Family Emoticons 10

Nah, Aceh patut berbangga nih karena memiliki kopi Gayo yang berasal dari dataran tinggi tanah Gayo. Kopi Gayo adalah salah satu varietas kopi arabika berkualitas tinggi, dan disebut-sebut sebagai kopi organik dengan kualitas nomer satu di dunia. Hal ini membuat Aceh sangat identik dengan kopi, dan kopi sangat identik dengan Aceh.

Abang barista kopi Solong

Saking terkenalnya kopi di Aceh, 7 dari 10 orang pria Aceh pasti senang meminum kopi, sisanya meminum shampo pentine. Maka tak heran, minum kopi sudah menjadi budaya tersendiri disini. Buat pecinta kopi, Aceh adalah surganya penikmat kopi. Gak heran banyak bertebaran warung-warung kopi di hampir seluruh penjuru Aceh, baik di kampung-kampung ataupun di kota. Baik restoran sampai warung-warung kecil.

Pagi, siang, dan malam menjadi “coffee time” untuk masyarakat Aceh. Maka tidak heran kalau banyak masyarakat Aceh memulai harinya dengan meminum kopi dulu sebelum beraktifitas. Selain untuk merasakan nikmatnya seruputan kopi Aceh, budaya ngopi ini juga bisa disebut sebagai ajang bergaulnya masyarakat Aceh. Sebut saja café flamboyan, terapung dan solong yang menjadi tempat paling favorit untuk menyecap secangkir kopi sambil ngobrol-ngobrol bersama kerabat. Jadi lo gak gaul kalo lo belom ngopi di Aceh.

Kopi adalah Aceh dan Aceh adalah Kopi.


Mie Kepiting Aceh
 

Di Bandung, gue sering makan makanan ini di cafe Gampoeng Aceh. Harganya mahal dan menurut gue rasanya biasa aja. Cuma menang di kepiting doang. Yah, kepiting mah mau dimasak apa aja pasti enak yah. Iya nggak? Udah iyain aja.

Nah, pas di Aceh-nya langsung nih gue nyoba mie kepiting ini. Salah satu restoran yang paling terkenal dengan Mie Kepitingnya adalah rumah makan Razali yang berada gak jauh dari tempat gue nginep waktu itu, di Hotel Sultan. (Gaya beud, yah. Masa gembel tidur di hotel Sultan. Muehehehe, sekali-kali, dibayarin inih.)HeyHeyPig Family Emoticons 23

Kenikmatan Mie Kepiting yang langsung dimakan di tempat asalnya itu emang gak ada dua. Mie Aceh di rumah makan Razali ini nyediain 3 varian penyajian, ada kuah, goreng sama goreng kuah. Bingung gue. Selain kepiting, ada juga mie yang isinya cumi, udang dan ayam kalo gak salah. Yah, pokoknya gitu lah. Nampol banget rasanya!


Seafood Aceh

Sebenernya semua seafood dimana aja yah pasti gitu-gitu aja. Cuma, karena gue penulis dan harus review satu-satu makanannya, maka gue tulis juga lah tentang seafood ini. Begitu. Jadi, di Aceh ini kan dekat sama laut, jadi seafood nya itu beda banget sama seafood yang lain. Bedanya, seafood yang lain ikannya dari tempat lain, seafood Aceh ikannya dari laut Aceh, gitu. Agak kinky, yak. Yaudah nih langsung liat aja foto-foto seafood nya. Awas ngiler! Yoyo & Cici Emoticons 41


"Terus apa hubungannya Kuliner Aceh sama suara serak Cakra Khan, dis?"

Tenang dulu anak muda. Coba bayangin, kalo lo makan seafood terus lo keselek cucuk ikan? Suara lo otomatis akan serak, sob! Iya gak? Iyain aja, udah.

"kruuu berrariii krau terdiaaaam kru menangis krau terrsenyruuum.. kru berduka kau bahagriaaa.. kru pergriii kau kembaliii..." Rasanya pengen gue "EHEM"-in deh tuh kerongkongan si Cakra kembar! Hih!
*Akhiran yang krik* HeyHeyPig Family Emoticons 14HeyHeyPig Family Emoticons 14

Udah ah, enjoy soooooob~

41 komentar:

  1. foto2 nya bikin ngiler,
    eh nyampe tulisan di bawah bikin ngakak wkwkwkwk,,

    BalasHapus
  2. maksudnya apaaa coba yang terakhir ini...#bingung

    BalasHapus
  3. Antara ngiler dan ngakak baca postingan lo, Dis.
    Good job!
    Sering2 aja bikin kite sirik yaaaa :)))

    BalasHapus
  4. Adis gilaa!! Ini tadi Imam Masjid Raya Baiturrahman baca posting-an lo sampe ngakak lhoo..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah loh, mampus gue. Seriusan? Muahahahah bisa di blacklist gue dari Aceh ntar :))))

      Hapus
  5. mantap kran masakran acreh?? itu RIdha ilahi dekat rumah ane haha..

    BalasHapus
    Balasan
    1. mantrap abris... jangran-jangran entre lagri yang masrak? apa kambringnya? *ini napa jadi ala Cakra Khan, dah!* :((

      Hapus
  6. HAHAHAHAH, ngakak guling2...ngefans sm cakra khan y?? :p :p

    BalasHapus
  7. kuliner, kuliner, dan kuliner adalah suatu barang yg tidak pernah luput untuk dicicip :D

    BalasHapus
  8. baru gabung dan begitu lihat langsung aje makanan semua ini.
    *bikin laper :p

    BalasHapus
  9. piyoh hai bang lom...mangat that nyoe...

    BalasHapus
  10. Secara ane alergi,ga ngileeErrr

    BalasHapus
  11. Syukurlah..
    artinya kamu udah pernah nginjakin kaki di daerahku, Aceh.
    Kapan kapan main lagi yah..
    ^^
    Btw, tulisan kamu "seger" kaya es cendol "Afuk" depan metodist di Banda Aceh..
    Nah looo.. uda nyobain bloomm..??
    kalo blom kudu balik nih kaya nya..
    hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. belooooooom!! cendol mah di Bandung juga banyaaaaaaaaak~

      Hapus
  12. Hai dis!! Lu tahu ga. Karena gw ud terlanjur follow blog elu gw jd mau g mau mampir lagi ke blog ini!!! Цц(°П°Цц)

    Itu seafood bikin gw ngiler tingkat dewa!! Just advice. Lu kan penulis yg skaligus jalan2nya dibayarin sm pemerintah!! Alangkah baiknya juga mencantumkan harganya dunx. Jadi ba sesia budget buat makan kambing Ridha Illahi biar Ridha juga ngeluarin doitnya dan g jd keselek tulang kambing bt dapetin kualitas suara Cakra Khan. #Hueee panjaaang!!

    Nice share. Mampir juga dunx ke blog gw. Lol

    www.akuhniedancoretan.blogspot.com
    www.finance4young.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. MUAHAHAHAHAHAHAHHAHAHAHAHAH~
      iiih gue teh kalo nyantumin harga ntar pada gak berani makan di Ridha Ilahi. tapi overall Aceh itu pada murah kok makanannya :)

      Hapus
  13. Wakakakakkkk...
    Yang terakhir absurd banget. Apa cobak hubungannya?

    Eh, seriusan 3 dari 10 co Aceh minum pentin? Pantesan teman2ku yang dari Aceh rambutnya pada item dan lurus banget gitu. Baru tau gue..

    BalasHapus
    Balasan
    1. GAK ADA HUBUNGANNYA ITU KALAJENGKIIIIIIIIIIINGG!!!

      Hapus
  14. ngiler ama ayam tangkap nya ....

    BalasHapus
  15. Ayam tangkapnya manaaaaa???

    fotonya kurang diss..

    harga Gulainya seharga di restoran2 mewah kah? penasaraaaaan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ada ntar gue upload lagi dah. huahahaha.. gulainya yg pasti mahaaaal

      Hapus
  16. aih aih, kuliner ama jalan-jalan emang sulit dipisahkan
    sedeep beneurr.. eh ini jadi culinary post nih bang adis

    BalasHapus
  17. thanks sob untuk postingannya...
    article yang menarik,saya tunggu article berikutnya yach.hehe..
    maju terus dan sukses selalu...
    salam kenal yach...
    kunjungi blog saya ya sob,banyak tuh article2 yang seru buat dibaca..
    http://chaniaj.blogspot.com/

    BalasHapus
  18. bikin ngiler gan apa lagi yang ada mie nya itu

    BalasHapus
  19. ahaha ada-ada aja, tapi kulinernya bikin ngiler ya, lebih ngiler lagi pengen nyobain kopi aceh.. ehem

    BalasHapus
  20. Postingan-nya betul2x mantab surantab, sedeep bacanya bro.
    Kelinci

    BalasHapus