Tips Traveling Bareng Pacar


Uhuk..

Hemm..

Sebelum baca postingan ini, kalian coba baca Tips Mencari Travelmates ini >> http://www.whateverbackpacker.com/2012/12/tips-memilih-travelmates.html

Gini, yah. Gue nulis ini bukan berarti yang baca harus orang yang udah punya pacar. Yang gak punya pacar juga boleh kok baca. Siapa tau kan nanti kesampean punya pacar terus bisa traveling bareng. Yah, walaupun gak mungkin. Jomblo mah jomblo aja MUAHAHAHAHAHAHAHA~

"Cewek, kalo lo udah pacaran lebih dari 3 bulan tapi gak pernah diajakin traveling bareng, putusin!" - takdos

Udah, ah. Gue mau serius sekarang. Berhubung kemarin gue bahas tentang traveling bareng pacar di twitter. Gue jadi kepikiran, kenapa gue gak punya pacar nulis aja di blog. Secara gitu gue blogger, bukan selebtwit. Hazek~ Wan Wan Emoticons 4

Tips yang bakalan gue bagi ini adalah sebenar-benarnya tips dari profesional. Kenapa profesional? Karena gue udah tiga kali traveling bareng tiga wanita berbeda, guys. Jadi ilmu gue udah tinggi banget tentang traveling bareng pacar. Kalian belom pernah kan traveling bareng pacar? HAHAHAHAHAHAKESIAN!

Sebelum ngasih tips, gue mau ngasih tau dulu. Traveling bareng pacar itu seru. Apalagi pacar orang. Beuh! Pengalaman pertama traveling bareng pacar, gue ke Jogja selama 4 hari. Pengalaman kedua, gue ke Bali selama 5 hari. Dan yang terakhir, gue keliling 5 negara di Asia Tenggara selama 24 hari. Dan semuanya traveling ala backpacker, dan semuanya juga berakhir putus HAHAHAHAHANYING!Tutugo Emoticons 4

Yaudah, yang penting kan gue udah pernah traveling bareng pacar kan yah. Nah, sebelum memulai traveling bareng pacar. Ada beberapa tips yang bakal gue bagi ke kalian, yaitu :

3 Cara yang Bikin Perjalanan Makin Seru Versi Gue


Halo backpacker!

Udah lama nih gue gak ngasih tips-tips tentang backpacking. Iya.. iya.. sekarang kerjaan gue bukan cuma nulis dan mantengin blog doang. Selain nulis, gue juga sibuk nyari duit buat modal kawin. Dan ironisnya, sampai sekarang gue gak punya pacar. Hiks.

Gak apa-apa, sekarang gue punya prinsip, kalo penghasilan belom 50 juta/ bulan, gue gak mau punya pacar dulu. Tapi kalo pacar-pacaran mah, yah, ok lah. Sebenernya, gue tuh punya cewek yang gue suka, tapi dia itu udah ada yang punya. Terus.. Lah, lah, kok jadi curhat. Maap maap.

Yaudah, langsung aja, lah. Nih 3 hal yang bikin perjalan makin seru. Versi gue!


1. Trip yang tidak direncanakan
 

Yups, trip yang tidak direncanakan alias bodo-amat-gimana-ntar alias spontan atau dalam bahasa gaulnya adalah get lost. Trip dengan cara ini bakal bikin adrenalin lo semakin terpacu. Gimana nggak, misalnya, lo lagi bete diem mulu di rumah, terus tiba-tiba terlintas pikiran buat pergi jalan-jalan. Terus detik itu juga lo langsung berangkat ke tempat yang lo pengin datengin.

Contoh, pas masih kuliah, gue tiba-tiba bete di kelas. Terus gue ngajakin 3 temen gue buat cabut ke Pantai Sawarna sehabis pulang kuliah. Tanpa googling, tanpa bawa persediaan, tanpa packing yang memadai, kita langsung cabut ke sana. Dan akhirnya hangover mushroom selama 2 hari di Pantai Sawarna.

Atau pas gue lagi trip ke 3 negara, Filipina, Hong Kong dan Macau. Gue juga sama sekali gak googling di sana ada apa. Pas sesampainya di Manila, gue bingung mau kemana. Akhirnya gue tanya ke orang yang random jalan depan gue.

“Bro, kalo lo turis, lo pengin ke mana di deket-deket Manila ini?“ Tanya gue.

“Puerto Galera. Cuma 5 jam dari sini.” Jawab dia. Dan yak, gue pun langsung cabut kesana tanpa tau ada apa di Puerto Galera. Dan apa yang gue temuin malah di luar ekspektasi gue : Perjalanan gue makin seru dan gue gak kecewa dateng kesana karena gak ada ekspektasi apapun tentang Puerto Galera.

So, sobek itinerary lo!


2. Lakuin apa yang belom dan gak bisa lo lakuin di tempat lo berasal

My Rate Card


Hai, semua.

Gue sadar, sekarang adalah jamannya digital media. Apalagi semakin banyak digital agency yang akan memasarkan produk-produk kliennya melalui para blogger/ influencer.

Karena dengan banyaknya tawaran kerjasama yang datang ke email gue. Dan gue rada capek juga kalo harus ngasih tau satu-satu. Jadi, di postingan ini gue bakal ngasih tau rate card gue kalo ada yang mau ngiklan di whateverbackpacker.com maupun di twitter dan instagram gue (@takdos)

Berikut beberapa brand dan company yang sudah pernah bekerjasama dengan Whatever Backpacker


Interested in support and advertising?

1. Product Reviews

Selain menulis cerita perjalanan, gue juga menulis tentang produk-produk atau activity yang ingin lebih dikenal. Nantinya, postingan akan gue publish di main page, sehingga setiap ada yang membuka whateverbackpacker.com akan membacanya dan menghasilkan tambahan pengunjung ke website produk atau activity yang gue tulis di blog ini.

- 1 - 400 words with image : 6.500.000 IDR | 550 USD
- > 400 words with image : 7. 000.000 IDR | 600 USD
- article with video : 9.000.000 IDR | 850 USD
- just put your link in article : 1.000.000 IDR | 120 USD

2. Banner Ad.

-  Right Banner : (200px x 150px | 200px x 400px | 200px x >400px ) untuk bulanan, 3 bulan, 6 bulan dan satu tahun. (2.000.000 - 4.000.000/ month)
- Slide Banner : (700px x 306px) untuk bulanan, 3 bulan, 6 bulan dan satu tahun. (Rp. 3.000.000/ month)

3. Tweets on Twitter And Facebook Travel Blogger Forum - Instagram

Twit berbayar di akun @takdos dan atau memperkenalkan produk, jasa atau aktivitas di forum travel blogger yang gue kelola dengan jumlah member lebih dari 5.200 members.

- for 1 tweets : 450.000 IDR | 45 USD
- for 10 tweets : 4.200.000 IDR | 420 USD
- for >10 tweets : 400.000 IDR | 30 USD (each)

- for 1 post instagram : 750.000 IDR | 60 USD

4. Talkshow and Speaker

Menjadi travel blogger dan writer, bikin gue sering banget ditawarin menjadi pembicara di beberapa acar. Sejauh ini, gue sudah berpartisipasi menjadi pembicara di acara : 

  • Bandung International Expo (2011)
  • Travel Mart STPB (2011)
  • Jakarta Book Fair (2012)
  • ID Geek Girls (2012)
  • Gramedia Bali (2012)
  • Kaskus Lounge (2012)
  • Traveler UI (2012)
  • DiveBox - DiveMagz (2012)
  • Travel Expo STPB (2012)
  • Travel Mart STP Bali (2012)
  • Surabaya Expo (2012)
  • Ganeras UNPAD (2012)
  • Sarah Sechan Show (2012)
  • UNPAS Traveler (2013)
  • UI Travel Blogger (2013)
  • Digital Marketing at BCCF (2014)
  • UNPAD Young Entrepreneur (2015)
  • Tribun Jabar Roadshow Internet Sehat (2015)
  • Dan masih banyak lagi..

Selain berbicara tentang dunia traveling, gue juga biasa menjadi pembicara tentang penulisan kreatif, blogging dan entrepreneur. Jadi, berminat untuk mengundang gue jadi pembicara di acara kalian, just contact me for best rate.

- talkshow for 1 event : 4.500.000 IDR (exclude accomodation and transport)

5. Press Trip

Sebagai travel blogger, gue juga sering melakukan trip review ke destinasi dalam negeri maupun luar negeri. (contact me for best rate)

6. Cost

Setiap produk, jasa, aktivitas dan bisnis memiliki kebutuhan yang berbeda. Pun dengan apa yang bakal gue tulis nanti akan disesuaikan dengan apa yang akan ditawarkan. Jadi, gue sangat fleksibel dengan apa yang akan kalian tawarkan dalam kerjasama ini. Termasuk gue akan memberikan rincian feedback berupa laporan dari google analytic tentang campaign produk atau jasa yang telah ditawarkan.

Untuk payment bisa melalui :
 
BCA (Bank Central Asia)
A/C No. 1571-3666-44 | Mochamad Takdis
Or
Paypal (contact me for Paypal)

So, If you just have some questions, I’d be delighted if you would contact me, and I can send you more details.

Email 2 : [email protected]

This is my google analytic ID :

UA-46924804-1 

for your references. Gracias!

Donating = Loving



Ide ini berawal dari pas gue ada job bareng sama @TravelJunkieID untuk nge-review salah satu hotel berbintang di Thailand. Keren, kan.

Tapi bukan itu masalahnya. Yang gue heran dari traveljunkie adalah, ada widget "Donating = Loving" di blognya. Ketika gue tanya widget itu buat apaan, doi jawab "Ya, buat ngasih tau orang, kalo mereka bisa donasi ke gue."

"Lah, emang ada yang mau?"

"Banyak!"

Gue pun cengo.

Cengo ketika tau ada yang rela ngasih donasi ke seorang travel blogger. Dan yang lebih bikin gue cengo lagi adalah, nominal yang didonasikannya pun gak tanggung-tanggung. Jutaan! Crazy!

"Kok bisa, sih?" Tanya gue lagi yang masih keheranan.

"Bisa. Mereka kan suka dengan apa yang gue tulis." Jawab dia.

Hemm.. gue pun mulai berpikir kritis. Dan cuma ada satu kata di otak gue, yaitu "Why?"

Oh, engga deng, 3 lebih tepatnya. "Why oh why?"

Setelah gue selidiki, gue baru tau, ternyata masalahnya cuma satu, yaitu ada di budaya menghargai. Yups, di luar negeri, khususnya negara maju, menjadi seorang blogger bisa dikategorikan sebagai sebuah pekerjaan. Mereka mendapatkan uang dari hanya menjadi seorang blogger.

Di Indonesia? Belum tentu.

Berwisata Dengan Pengalaman Berbeda Bersama Withlocals


Apa yang lo cari dalam sebuah perjalanan?

Makanan? Hiburan? Pantai? Jodoh? Gunung? Pemandangan hijau? Atau pengalaman bertemu dengan masyarakat lokal?

Pilihan paling terakhir adalah yang paling gue suka. Yups, bertemu dengan orang baru di sebuah tempat baru yang kita datangi itu priceless. Apalagi ketika kita ngerasain kearifan lokal mereka. Belajar banyak dari mereka. Dan bisa berkesempatan merasakan sedikit apa yang biasanya mereka lakukan.

Dulu, gue berpikir, kalo gue mau ngerasain kearifan lokal, gue harus backpacking sendiri. Datang ke suatu tempat dan bertemu orang baru secara mandiri. Jelas, karena kalo lo traveling dengan menggunakan travel agent, sudah dipastikan lo gak akan bisa ngerasain kearifan lokal tersebut karena semua perjalanan dan jadwal lo udah diatur. Betul?

Tapi ternyata gue salah, sob! Ternyata, ada sebuah konsep baru untuk industri pariwisata yang dibuat oleh startup asal negeri Belanda bernama Withlocals. Konsepnya adalah saling “mempertemukan” turis dan penduduk lokal agar bisa lebih berinteraksi. Withlocals sendiri sebenarnya berada di Eropa, namun destinasi wisata mereka berfokus  pada Asia. Khususnya Asia Tenggara, seperti Singapur, Malaysia, Thailand, Vietnam dan tentu saja Indonesia. Kenapa Asia Tenggara? Asia Tenggara dengan segala keanekaragamannya menjadi destinasi utama dari withlocals untuk dikunjungi.

Gue sendiri udah pernah backpacking ke beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapur, Malaysia, Thailand, Kamboja, Vietnam dan Filipina. Dan apa yang gue temui di semua negara itu hampir berbeda-beda, entah itu budayanya, bahasa, makanan, budaya, keindahan alam, semua berbeda. Dan itu yang membuat negara Asia Tenggara ini memiliki banyak keunikan.

Withlocals sendiri memberikan pengalaman baru, bukan saja kepada turis yang berwisata, namun juga kepada penduduk lokal yang turis kunjungi.  Jadi, turis bisa merasakan pengalaman yang gak akan mereka lupain, kayak masak dan makan bareng dengan warga lokal, serta berbagi pengetahuan, budaya dan keterampilan. Bukankah akan menyenangkan kalo kita mendapatkan pengalaman langsung dari orang lokal yang memiliki pekerjaan sebagai koki, petani, nelayan dan masih banyak lagi. Selain berlibur, kita juga bisa mendapatkan banyak sekali sesuatu yang baru. Amazing!


Karena berkonsep sharing-economy, dengan withlocals, kita juga (sebagai turis) bisa memberikan pendapatan tambahan kepada masyarakat lokal. Dan kita (sebagai masyarakat lokal/ hosts) akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Pendapatan bertambah, keluarga pun bertambah. Seru, kan?

Dan jangan khawatir, dengan withlocals perjalanan kita gak akan ngebosenin, karena withlocals sudah mengatur semuanya, termasuk kegiatan apa yang akan kita lakukan bersama masyarakat lokal yang sudah terlatih dan memang akan menyambut para turis dengan senang hati.

Intinya, dengan withlocals, kita akan mendapatkan pengalaman traveling yang menyenangkan dan tidak akan terlupakan! 


Find the ultimate experience

Connecting travelers with local through food and experiences